Dua Pilot Ini Keliling Dunia dengan Pesawat Tenaga Surya

Tempuh rute Tiongkok-Hawaii 5 Hari 5 Malam

Selasa, 10 Maret 2015 – 03:33 WIB
Pesawat tenaga surya buatan Swiss, Solar Impulse 2 (Si2) saat terbang diatas Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin(9/3). Foto.AFP

jpnn.com - ABU DHABI - Hari istimewa itu akhirnya datang juga. Tengah hari Senin(9/3) Solar Impulse 2 (Si2) lepas landas dari Bandara Al Bateen Executive, Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Pesawat tenaga surya buatan Swiss tersebut akan melanglang buana. Itu merupakan perjalanan keliling dunia perdana burung besi tenaga alternatif.

"Semua orang telah menantikan hari ini. Hari penerbangan pesawat (tenaga surya, Red) ini. Kini petualangan telah dimulai," papar Bertrand Piccard, salah seorang pilot Si2. Bersama mitranya, Andre Borschberg, dia akan bergantian menerbangkan pesawat jenis Spruce Goose itu keliling dunia. Total, pesawat unik tersebut bakal menempuh perjalanan 35.000 kilometer.
 
Menjelang lepas landas, alarm Si2 sempat berbunyi. Hadirin dan tamu undangan yang datang di bandara khusus UEA itu pun bertanya-tanya. Termasuk, Pangeran Albert dari Monako yang sengaja hadir sebagai wujud kepeduliannya pada isu lingkungan, khususnya pemanasan global. Tapi, dalam hitungan menit, teknisi Si2 berhasil menyingkirkan masalah kecil yang memicu alarm berbunyi.

BACA JUGA: Buru Pelaku dari Video di Medsos

Pesawat dengan ukuran sayap sekitar 72 meter itu pun lantas lepas landas sesuai rencana. Kali ini Borschberg-lah yang berada di balik kemudi. Pesawat satu kursi tersebut terbang menuju Kota Muskat di Oman. Dengan kecepatan maksimal 45 kilometer per jam, penerbangan dari UEA ke Oman akan makan waktu 10 jam. Padahal, pesawat biasa hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai jarak sejauh itu.

Si2 memang bukan pesawat biasa. Pada dua sayap superpanjangnya, pesawat dengan bobot 2.300 kilogram tersebut memiliki 17.248 panel surya. Panel-panel itu berfungsi menyimpan sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi untuk menggerakkan empat motor listrik pada baling-baling pesawat. Selain itu, panel-panel tersebut bertugas mengisi ulang energi empat baterai litium polimer Si2.

BACA JUGA: Hari Perempuan Internasional, Ini 12 Kisah Menginspirasi (2)

Dalam misi keliling dunianya, Si2 akan melewati Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Saat menempuh rute Tiongkok-Hawaii, misalnya. Pesawat akan menempuh perjalanan 8.500 kilomter di atas Samudra Pasifik. Artinya, pesawat akan terbang nonstop selama lima hari lima malam. Artinya juga, pilot bakal berada di kokpit sempit Si2 selama 5 x 24 jam. 

Berada di kokpit yang areanya tidak memungkinkan pilot untuk berdiri itu selama berhari-hari jelas akan sangat membosankan. Maka, Borschberg dan Piccard pun sudah mempersiapkan dan melatih diri sejak lama. Borschberg berlatih yoga dan Piccard mempelajari self-hypnosis. Itu sengaja mereka lakukan untuk mempersiapkan mental dalam menempuh penerbangan solo selama total 25 hari tersebut.

BACA JUGA: Kecanduan Film Dewasa, Wanita Ini Masturbasi 6 Kali Sehari

Duo penerbang asal Swiss itu juga berlatih keras agar bisa mengatur pola istirahat masing-masing dengan baik. "Mata kami hanya akan terpejam maksimal 20 menit," kata Piccard. Jika mereka tertidur lebih dari 20 menit, kacamata yang mereka pakai akan menyala untuk mengejutkan mata dan membuat pilot kembali terjaga. Selama 24 jam, mereka akan mencuri tidur 12 kali.  

"Anda harus bisa menjadikan kokpit ini rumah Anda sendiri selama setidaknya satu pekan," imbuh Piccard. Untuk itu, dia sengaja membawa beberapa benda pemberian teman untuk menemaninya selama perjalanan. Secara berkala, tekanan darah pilot akan diperiksa. Publik pun bisa mengikuti detail petualangan seru Borschberg dan Piccard melalui situs resmi Si2. (AP/AFP/BBC/hep/c10/ami/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Perempuan Internasional, Ini 12 Kisah Menginspirasi (1)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler