Dua Tahun, Sudah 132 Pekerja Migran Asal Sampang Meninggal Dunia di Luar Negeri

Senin, 16 Mei 2022 – 23:29 WIB
Proses pemulangan jenazah Satroyo yang meninggal dunia di tempat kerjanya di Malaysia. Almarhum merupakan pekerja migran Indonesia asal Sampang yang ke-132 yang meninggal di luar negeri. Foto: ANTARA/HO-Kominfo Sampang

jpnn.com, SAMPANG - Seorang pekerja migran Indonesia asal Sampang, Jawa Timur, bernama Satroyo meninggal dunia di Malaysia.

Dia diketahui meninggal di tempat kerjanya karena penyakit komplikasi yang dideritanya pada Minggu (8/5) sekitar pukul 14.50 waktu Malaysia.

BACA JUGA: Benny Sebut Pekerja Migran Warga VVIP, Wajib Mendapatkan Hal ini

Pelaksana tugas Kabid Tenaga Kerja Dinas PMPTSP-Naker Kabupaten Sampang Agus Sumarso mengatakan mengetahui ada warganya yang meninggal di Malaysia, Pemkab Sampang langsung berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) maupun keluarga almarhum.

"Kami meminta BP2MI memfasilitasi pemulangan almarhum dari Malaysia," kata Agus Sumarso, Senin (16/5).

BACA JUGA: Menaker: MoU dengan Malaysia Tolok Ukur Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Negara Lain

Pemulangan jenazah Satroyo menggunakan jalur udara dari Bandara Kuala Lumpur menuju Jakarta. Kemudian, menggunakan mobil ambulans menuju Kabupaten Sampang.

"Satroyo ini merupakan PMI ke-132 yang meninggal dunia di tempat kerjanya di luar negeri dalam dua tahun terakhir ini," beber Agus.

BACA JUGA: Tiga Kantor Bea Cukai Ini Optimalkan Pelayanan kepada Para Pekerja Migran

Dia menyebutkan selama 2021 tercatat sebanyak 35 PMI asal Kabupaten Sampang meninggal dunia di luar negeri.

Jumlah PMI yang meninggal di perantauan pada 2021 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sebab pada 2020 jumlah total PMI yang meninggal sebanyak 93 orang.

Sementara pada Januari hingga 14 Mei 2022 total jumlah PMI yang meninggal dunia sebanyak empat orang, sehingga jumlah total PMI yang meninggal dunia dalam kurun waktu 2020 hingga 14 Mei 2022 sebanyak 132 orang.

Para PMI yang meninggal dunia itu beragam. Ada yang berangkat melalui jalur resmi, namun banyak di antara mereka yang menjadi PMI melalui jelur ilegal.

"Semuanya tetap kami bantu dan fasilitasi pemulangannya," katanya. (jpnn/antara)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler