Dubai Expo 2020, Jokowi: Jangan Sampai Lokasinya Dekat Toilet

Selasa, 13 Agustus 2019 – 18:39 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan Indonesia mampu bersaing dan memanfaatkan peluang besar di ajang Dubai Expo 2020 yang akan digelar di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), 20 Oktober tahun depan.

Pameran terbesar di dunia yang paling ditunggu setelah ajang Piala Dunia dan Olimpiade tersebut bakal diikuti oleh kurang lebih 192 negara.

BACA JUGA: Ketahuilah, Ada Dua Pintu Bagi Kader PDIP jika Jadi Menteri

BACA JUGA: The Jakmania: Kami Kecewa Ferry Paulus, Persija Kami Buruk Sekali

“Kita harus memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya, baik dalam rangka urusan perdagangan, pariwisata, dan investasi internasional khususnya pasar di Timur Tengah,” kata Jokowi, saat memimpin rapat terbatas persiapan Indonesia mengikuti Dubai Expo 2020, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/8).

BACA JUGA: Adian Napitupulu Bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara

Gelaran Dubai Expo 2020 tersebut juga menjadi momentum untuk membangun citra positif dan kesadaran dunia mengenai Indonesia. Oleh karena itu, Jokowi meminta jajarannya mempersiapkan betul pembangunan paviliun yang mampu menampilkan keunggulan negara.

“Desain, venue, lokasi, dan paviliun betul-betul harus menampilkan wajah Indonesia sebagai sebuah negara besar. Ini sering saya sampaikan, jangan sampai kita salah pilih lokasi. Lokasi di belakang, malah dekat toilet, misalnya. Kalau seperti itu tidak usah ikut," tegas suami Iriana itu.

BACA JUGA: Honorer K2 Ingin Bertemu Megawati dan Jokowi

Partisipasi Indonesia dalam Expo tersebut juga harus dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempromosikan perdagangan, pariwisata, maupun investasi ke kancah internasional. Pameran itudiperkirakan akan menarik puluhan juta pengunjung dari seluruh dunia.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan soal pentingnya kolaborasi dan konsolidasi antara kementerian terkait dalam menyukseskan kehadiran Indonesia di Dubai Expo. Pemerintah dan swasta juga bisa berkolaborasi.

“Saya minta agar semua pameran ekspo di luar negeri ini untuk marketing perdagangan, investasi, dan pariwisata betul-betul terintegrasi dan terkonsolidasi di mana antara pemerintah dan swasta bisa beriringan,” tambahnya.

BACA JUGA: Bunga Hamil Tiga Bulan, Bingung Siapa Bapaknya, Akhirnya Lapor Polisi

Konsolidasi bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti alokasi anggaran untuk pameran yang hingga saat ini masih tersebar di 18 kementerian. Itu belum termasuk di BUMN-BUMN. Bila pemanfaatan dananya disatukan, Jokowi yakin hasilnya bakal optimal.

“Kita ingin membangun sebuah persepsi. Jangan sampai kita jalan sendiri-sendiri sehingga kalau ini setiap kementerian berjalan sendiri-sendiri jadinya ya kalau pameran hanya satu atau dua stan,” tandas Kepala Negara.

World Expo yang secara historis telah digelar sejak 1851 tersebut akan menampilkan penemuan dan inovasi baru yang membawa pembaruan dan perubahan bagi dunia. Pameran itu juga sering dijadikan sebagai ajang promosi hingga pertukaran budaya serta memperkenalkan keunggulan suatu negara.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Serahkan Seekor Sapi Kurban Seberat Satu Ton Lebih


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler