Duel Maut! Satu Terbahak-bahak, Yang Berdarah-darah Akhirnya Tewas

Senin, 12 Juni 2017 – 04:43 WIB
Pelaku tertawa ketika ditangkap polisi usai menganiaya korban yang juga diduga penderita gangguan jiwa, Jumat (9/6) malam. Foto: ZAINUDIN/Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com, PONTIANAK - Duel maut antarsesama orang gila yang terjadi di depan Mall Ramayana, Pontianak Selatan, Kalbar, Jumat (9/6) malam, masih menjadi perbincangan warga sekitar.

Pasalnya, salah satu di antaranya tewas mengenaskan, setelah pertolongan intensif di RS Santo Antonius tak berhasil menyelamatkan nyawanya, Sabtu (10/6) pukul 15.00.

BACA JUGA: Tragis, Rumah Diseruduk Truk, Kakak Beradik Tewas, Sang Ibu Sekarat

Tak seorang pun mampu melerai duel orang gila ekira pukul 23.30 itu, yang salah seorang menghantamkan kayu berpaku ke kepala dan wajah bertubi-tubi.

Saat salah seorang dari mereka luka parah di kepalanya, satunya lagi tertawa terbahak-bahak melihatnya lawannya terkapar tak berdaya.

BACA JUGA: Bau Bangkai Menyeruak dari Kamar Kos, Ternyata Ada Mayat Nenek 60 Tahun

Warga yang melihat dua pria itu tak berani mendekat. Apalagi salah seorang dari mereka berdua masih memegang kayu balok.

Luka serius di kepala, pelipis dan wajah oleh hantaman kayu berpaku itulah diduga membuat salah satunya meregang nyawa.

BACA JUGA: Siswa SMA Duel di Lapangan Dipicu Asmara, Celurit Menancap di Dada

“Saat korban terbaring, makin dipangkong-pangkongnya. Dari besuare sampailah tak besuare korban tuh, mungkin pingsan karena sudah berdarah-darah,” ungkap Ika, saksi mata yang sempat dimintai tolong korban saat diserang.

Orang gila bisa minta tolong? Belum jelas, yang pasti pelaku dan korban tanpa identitas yang kini ditangani Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak.

Jasad orgil yang tewas itu dibawa ke RSUD Soedarso Pontianak langsung disimpan di kamar jenazah. Kepolisian pun sudah melakukan visum setelah identifikasi oleh Inafis Polresta Pontianak.

Kasat Reskrim Polresta Kompol Muhammad Husni Ramli membenarkan kalau kedua orgil tanpa identitas, salah satunya sudah diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk penanganan lebih lanjut.

“Kasus ini ditindaklanjuti oleh Polsekta Pontianak Selatan,” kata Kompol Husni, Sabtu (10/6).

Kepolisian bekerjasama dengan Dinsos Kota Pontianak untuk pemakaman korban, sementara pelaku dibawa ke RSJ Sungai Bangkong.

Kanit Reskrim Polsekta Pontianak Selatan, Iptu Suratno yang dikonfirmasi mengatakan pelaku dan korban adalah orgil.

“Mendapat informasi dari masyarakat, kita turun ke TKP. Di sana kita sudah menemukan korban dengan luka di bagian kepala, muka dan pelipis akibat dianiaya oleh orang gila juga dengan kayu berpaku,” kata Iptu Suratno, Minggu (11/6).

Barang bukti kayu berpaku yang digunakan untuk menganiaya hingga tewas itu, sudah diamankan. Berkaitan dengan proses hukum mengingat terlapor menderita gangguan jiwa, maka diserahkan kepada Dinas Sosial.

“Korban sudah meninggal dunia dalam perawatan, sebelumnya memang mengalami luka yang begitu parah,” ungkapnya.

Tak diketahui penyebab kedua pria yang diduga tak waras itu sampai saling serang. Yang pasti, pria yang berambut kribo menngenakan kaos hitam, membuat lawannya yang berkaos hitam celana biru terkapar dan berdarah-darah.

“Tak tahu juga gara-gara apa. Dua orang itu berkelahi. Bapak yang satunya itu sudah minta tolong,” kata Ika, saksi mata kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (9/6).

Kepala Seksi Dinas Sosial Kota Pontianak, Oscar menuturkan, pihaknya yang akan membiayai pemakaman korban.

“Tentunya, apabila diminta oleh pihak kepolisian,” katanya kepada Rakyat Kalbar, kemarin. Oscar belum bisa memastikan kapan korban dimakamkan. Karena masih menunggu visum dari kepolisian.

Anggota DPRD Kalbar Dapil Kota Pontianak, H. Mad Nawir meminta kepolisian memastikan, apakah pelaku dan korban penderita gangguan jiwa (orang gila).

“Saya juga berharap pemerintah kota dan provinsi bekerjasama dalam mengatasi orang gila yang ada di Kota Pontianak dan di kota lainnya di Kalbar,” katanya.

Pemerintah provinsi memiliki rumah sakit jiwa. Mad Nawir berharap Orgil bisa dapat ditampung di sana. Biaya perawatan yang dikeluhkan RSJ harus diperhatikan.

Pihak keluarga juga harus ikut memperhatikan keluarganya yang mengidap penyakit jiwa.

“Saya minta kita jangan mengucilkan mereka. Dinas Sosial baik provinsi dan kota dapat berbuat maksimal dalam mengatasi masalah ini,” tegas Mad Nawir seraya mengatakan Dinas Sosial Kalbar dan Kota Pontianak harus mengalokasikan dana untuk mengatasi orgil. (ach/zai/ham)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duel Maut, Terbahak-bahak Melihat Lawan Terkapar Bersimbah Darah


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Duel Maut   Orang Gila   Tewas  

Terpopuler