Duh, Gara-gara Saling Ejek, Leher pun Dibakar Tetangga

Jumat, 06 Januari 2017 – 02:49 WIB
Pelaku sudah dibekuk polisi. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com – Juliandi, 12, terpaksa melaporkan tetanggnya, Rahmer, 53, ke polisi lantaran menyundut lehernya pakai api bakaran sampah.

Persoalan itu dipicu masalah sepele. Rahmer tak terima diolok-olok teman-teman korban yang sedang nongkrong bersamanya.

BACA JUGA: Inilah E-KTP Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan, Dia Mengaku...

Peristiwa itu terjadi di Jalan Young Panah Hijau Lingkungan 5 Kelurahan Labuhan Deli, Marelan, Medan, Sumut, Senin (2/1) dini hari. Juliandi lalu melaporkan kasus itu ke polisi Rabu (4/1) siang.

Subuh itu, Juliandi dan beberapa teman sebayanya asik nongkrong di depan warung internet (warnet) tak jauh dari rumah mereka. Tak berapa lama, Rahmer pun datang ikut duduk sembari bersenda gurau.

BACA JUGA: Lihat Bapakmu di Rumah, Sudah Mamak Bunuh

"Awalnya, kami duduk-duduk di depan warnet, dan Wak Rahmer ikut ngumpul sambil bercanda," ungkap korban di Polsek Medan Labuhan seperti diberitakan Sumut Pos hari ini.

Karena waktu kian larut, mereka lalu bermaksud pulang. Tapi saat akan beranjak menuju rumah masing-masing, teman korban mengejek pelaku. Semula, Rahmer hanya diam. Namun karena terus diejek ia pun kesal.

"Yang mengejak kawanku, mereka bilang Rahmer sini kau," tutur Juliandi.

Jengkel, pelaku kembali mendatangi korban dan temannya. Hanya saja, teman-teman korban langsung melarikan diri. Sedangkan, Juliandi yang mengaku tak ikut mengejek pelaku tetap duduk.

"Aku nggak ada ngejek dia, kenapa aku yang dipukuli sama Wak Rahmer," katanya.

Bukan hanya dianiaya, pelaku juga menarik tangan korban menuju ke tempat bakaran sampah. Mendapati ada ban bekas terbakar, Rahmer lantas mengambil dan menyulut leher korban.

"Leherku gosong seperti ini, karena dibakar sama dia pakai ban bekas," cetus remaja putus sekolah ini.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo mengaku sudah menerima pengaduan korban. Untuk melengkapi berkas pengaduan, penyidik telah meminta korban untuk dilakukan visum.

"Kasusnya masih kita proses," singkat Ponijo.(rul/ril/ala)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Medan  

Terpopuler