Duh, Trump Bikin Konflik Semenanjung Korea Makin Panas

Sabtu, 29 April 2017 – 23:34 WIB
Donald Trump. Foto: AFP

jpnn.com, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat situasi Semenanjung Korea makin tegang lewat omongannya.

Kamis waktu setempat (27/4) taipan 70 tahun tersebut menyatakan konflik dengan Korea Utara (Korut) terkait dengan program nuklir dan rudal balistiknya sangat mungkin terjadi.

BACA JUGA: Menyesal Jadi Presiden? Trump: Saya Merindukan Kehidupan Yang Lama

Bahkan, dia menyebut itu sebagai konflik besar.

''Ada peluang semua ini akan berujung kepada konflik yang sangat-sangat besar,'' kata Trump tentang ketegangan AS dengan Korut.

BACA JUGA: Anak Donald Trump Di-Bully Penonton Saat Hadiri Acara Internasional

Penguasa Gedung Putih itu menyampaikan pendapatnya dalam wawancara dengan Reuters di Oval Office.

egitu pernyataan itu tersebar luas, dunia pun gempar. Negara-negara di Asia, khususnya yang berada di sekitar Semenanjung Korea, menjadi cemas.

BACA JUGA: 100 Hari Berkuasa, Trump Sudah Banyak Ingkar Janji Manis

''Sebenarnya kami ingin menyelesaikan semuanya lewat jalur diplomatik. Tetapi, ternyata itu terlalu sulit dilakukan,'' paparnya.

Presiden yang baru setatus hari menjabat itu mengakui bahwa Korut adalah kendala terbesarnya dalam menerapkan kebijakan luar negeri AS.

Karena itu, meski akan tetap mengupayakan solusi damai lewat resolusi dan sanksi-sanksi yang lebih tegas, Trump tetap membuka opsi militer.

Menurut Trump, krisis nuklir Korut tidak akan berakhir jika AS hanya berjuang sendirian.

Oleh karena itu, dia kembali menggarisbawahi pentingnya peran Tiongkok dalam mengurai ketegangan yang diciptakan Korut di Asia.

Di hadapan media, suami Melania Knauss itu memuji Presiden Tiongkok Xi Jinping yang mau menegur Korut.

Dia menjuluki pemimpin 63 tahun itu sebagai orang yang baik alias a good man.

''Saya tahu, dia sudah berusaha keras. Saya tahu, dia akan dengan senang hati berbuat sesuatu. Mungkin dia tidak akan bisa melakukannya. Tetapi, saya yakin dia akan mengupayakannya,'' kata Trump tentang Xi.

Ancaman nuklir Korut yang kian nyata memang membuat gerah Beijing.

Pekan lalu kali pertama Negeri Panda itu menegur sekutu sekaligus mitra dagang terbesarnya tersebut soal nuklir.

Kamis lalu Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa Beijing tidak sekadar menegur Pyongyang. Tetapi, Beijing juga melontarkan ancaman.

''Jika uji coba nuklir terus berlanjut, Tiongkok menyatakan tidak akan segan menjatuhkan sanksi berat secara sepihak,'' ungkapnya.

Sikap Beijing itulah yang lantas menjadi bekal Tillerson saat memimpin rapat Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat waktu setempat.

Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan bahwa sanksi baru tidak menjadi tujuan utama pertemuan DK PBB.

''Jika fokus kita hanya sanksi, kita akan kehilangan kesempatan untuk mencapai solusi damai,'' ujarnya.(Reuters/BBC/CNN/hep/c4/any)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hadeh! Korsel Mulai Merasa Dikibuli Donald Trump


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler