Dukung Ketersediaan Pangan, Food Estate Sumba Tengah Dibagi 5 Zona

Dedi Nursyamsi: BPPSDMP Kementan Siap Mendukung

Sabtu, 09 Januari 2021 – 11:07 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi kawasan Food Estate di Sumba Tengah, NTT. Foto: Humas Kementan.

jpnn.com, SUMBA TENGAH - Lokasi Food Estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibagi menjadi 5 zona, demi mendukung ketahanan pangan.

Lima zona Food Estate di kawasan Sumba Tengah terdiri dari Zona 1 di Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Zona 2 di Desa Umbu Pabal Selatan, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Zona 3 di Desa Dasa Elu, Kecamatan Katikutana, Zona 4 di pusat pemerintahan Makatul, salah satunya Desa Makatakeri, dan Zona 5 di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan. 

BACA JUGA: Kementan Optimistis Lahan Food Estate Rampung Tepat Waktu

Kesiapan Food Estate Sumba Tengah ini pun  ditinjau langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL).

Mentan SYL hadir di lokasi Food Estate  didampingi Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu, dan jajaran pejabat eselon I Kementerian Pertanian (Kementan).

BACA JUGA: BPPSDMP Kementan Bangun Soliditas Pengembangan Food Estate Merespons Restriksi Pangan Global

Dalam kunjungannya, Mentan SYL meninjau satu dari lima zona kawasan Food Estate di Sumba Tengah sekaligus menyerahkan bantuan berupa 10 Combine Harvester.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari total bantuan yang dialokasikan Kementan untuk Sumba Tengah. 

BACA JUGA: Melalui Kostratani, Kementan Dorong Produk Pertanian Ciamis Berorientasi Ekspor

Mentan SYL mengatakan, Food Estate adalah implementasi arahan Presiden Joko Widodo untuk menyediakan ketersediaan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia. 

"Dengan segala upaya, bersama yakinkan bahwa Sumba Tengah dan NTT tidak main-main mengubah kehidupan dan peradaban. Saya datang menangkap keseriusan. Sumba Tengah jangan mau kalah dengan daerah yang lain, apalagi dengan sesama daerah di NTT," kata Mentan SYL.

Mentan SYL kepada petani dan masyarakat yang hadir, menyampaikan kebahagiannya melihat tempat yang bagus, indah dengan hamparan padi seperti di Desa Makatakeri.

"Lebih bahagia lagi saya bertemu dengan bapak-ibu semua yang telah menerima saya dan keluarga besar Kementan dengan hangat," katanya. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan Food Estate harus didukung dengan SDM yang mumpuni.

"BPPSDMP siap mendukung Food Estate di Sumba Tengah. Kami akan menggenjot SDM serta memaksimalkan dukungan Kostratani," kata dia.

Dedi menambahkan Kostratani akan mengawal pertanian di Food Estate. "Karena salah satu fungsi Kostratani adalah untuk mengawal program utama Kementan," tuturnya. 

Bupati Paulus S. K. Limu, menyampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada Mentan SYL dan rombongan yang hadir. 

"Atas perhatian dan cinta Pak Menteri kepada Sumba Tengah, kami berikan gelar Umbu Syahrul Yasin Limpo. Ini merupakan penghargaan dari kami Pak Menteri," ujarnya. 

Bupati Paulus juga menyampaikan bahwa total target lahan yang diolah Food Estate di Sumba Tengah seluas 5 ribu hektare, di mana 2 ribu hektare ditanami jagung sedangkan sisanya, 3 ribu hektare padi. 

"Kami yakin, 2 sampai 3 tahun, Pak Menteri akan mendampingi, dan Sumba Tengah bisa mandiri di tahun ke-3," ungkapnya. (*/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler