Dukung Program Genta Organik, Kementan Maksimalkan Fermentasi Kearifan Lokal

Selasa, 04 Juli 2023 – 13:05 WIB
Acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Volume 26 dengan tema “Fermentasi Bahan Organik Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendukung Genta Organik”, Selasa (4/7/2023). Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Hal itu dilakukan dalam rangka menghadapi ancaman perubahan iklim dan krisis pangan global.

Kementan juga terus memaksimalkan program-program andalannya guna meningkatakan produksi dan produktivitas serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, di antaranya melalui Program Genta Organik.

BACA JUGA: Kementan dan Komisi IV DPR Gaungkan Genta Organik di Kalbar

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sangat berharap melalui Program Genta Organik, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani, dan penyedia lapangan kerja.

"Gerakan ini tidak berarti meninggalkan penggunaan pupuk anorganik sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau menggunakan konsep pemupukan berimbang," katanya.

BACA JUGA: Genta Organik, Kementan & TNI AD Siap Bangun Pertanian Indonesia

Mentan Syahrul juga mendorong para petani untuk menggunakan pupuk organik dan hayati secara mandiri dan masif.

Mengikuti anjuran Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan sampai dengan saat ini pupuk memberikan kontribusi 15 sampai 75 persen terhadap tingkat produktivitas.

BACA JUGA: Motif EP Membunuh Suami Istri Pengusaha di Tulungagung, Ya Ampun

Penggunaan pupuk berlebihan berakibat pemborosan dan tanaman sekuler kadar air tinggi.

"Gunakan pupuk secukupnya jangan berlebihan karena apabila berlebihan akan menurunkan produktivitas tanaman dan menyebabkan hama penyakit semakin meningkat," ujar Kabadan Dedi.

Dalam acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Volume 26, Selasa (04/07/2023) dengan tema “Fermentasi Bahan Organik Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendukung Genta Organik”, menghadirkan Narasumber Petani Milenial Kabupaten Trenggalek Azwar Rahmat.

Azwar mengatakan proses fermentasi dalam bidang pertanian yaitu peningkatan populasi agen pengurai yang bermanfaat bagi ekosistem pertanian, pemecahan senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana, penguraian bahan organik dekomposisi menjadi bentuk nutrisi.

Hakikat nutrisi tanaman, yaitu nutrisi tanaman sebagai energi potensial hidup tanaman tidak dapat diciptakan ataupun dimusnakahkan.

"Namun, dapat diubah menjadi bentuk lain untuk keberlangsungan kehidupan tanaman," sambungnya.

Azwar menambahkan bahwa materi yang pernah hidup pada bahan organik mempunyai energi potensial yang bisa diubah menjadi nutrisi untuk pertumbuhan tanaman.

"Karena bakteri adalah mahluk yang paling bertanggung jawab dalam mengubah bentuk bahan organik menjadi nutrisi tanaman," katanya.

Sebagai informasi selain Program Ngobras, Kementerian Pertanian memastikan sektor pertanian tanah air akan terus maju, mandiri, dan modern.

Untuk itu, Kementan melalui BPPSDMP terus memaksimalkan semua potensi, termasuk juga program-program PHLN seperti Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).

SIMURP dengan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas, meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP), mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Rawa (DR) lokasi SIMURP. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Sini Tempat Persembunyian Rihana dan Rihani, Tersangka Penipuan Ponsel Miliaran Rupiah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler