Dukungan TNI di Wilayah Bencana Demi Stabilitas Sosial Masyarakat

Sabtu, 02 Februari 2019 – 23:50 WIB
Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan mewakili Panglima TNI menyampaikan sambutan pada Rakornas BNPB dan BPBD se-Indonesia di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, SURABAYA - Dukungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka penanggulanganan bencana yang terjadi di Indonesia, memiliki tujuan untuk mewujudkan stabilitas sosial masyarakat di wilayah terdampak bencana alam.

Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan di hadapan 4.000 peserta Rakornas BNPB dan BPBD se-Indonesia, dengan tema “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).

BACA JUGA: Presiden Minta Edukasi Kebencanaan Segera Dilakukan

Panglima TNI menjelaskan dalam mewujudkan tujuan tersebut, terdapat beberapa sasaran penyelenggaraan dukungan TNI di wilayah Bencana. Di antaranya terwujudnya rasa aman bagi para pengungsi dan korban di wilayah terdampak bencana alam, terwujudnya rehabilitasi wilayah pasca bencana alam, terwujudnya kemanunggalan TNI-rakyat dalam rangka menangani masalah akibat bencana alam dan sosial kemanusiaan.

“Terwujudnya masyarakat pasca bencana alam dengan kondisi trauma yang minimal dan tercapainya kondisi ke arah kehidupan yang normal dan pemulihan kehidupan ekonomi seperti sebelum terjadi bencana alam,” katanya.

BACA JUGA: Jokowi Minta Pemda Libatkan Pakar Kebencanaan dalam Pembangunan

Menurut Hadi, kemampuan TNI dalam penanggulangan bencana meliputi empat bidang yaitu intelijen, operasi, dukungan dan teritorial.

Terkait bidang intelijen, TNI akan mengolah data, mengkaji kerusakan dan kebutuhan secara cepat, tepat serta pengendalian situasi. Bidang operasi, dilakukan oleh pasukan yang terlatih, diperlengkapi dan memiliki tugas khusus untuk melakukan penanganan awal dalam operasi penanggulangan bencana seperti penyelamatan dan evakuasi, pelayanan kesehatan dan psikososial, hunian darurat, pemulihan instalasi darurat, pemenuhan kebutuhan pokok.

BACA JUGA: Kelakar Presiden Jokowi di Rakornas BNPB

“Untuk bidang dukungan, TNI melaksanakan bantuan yang didukung dengan alat peralatan, perlengkapan dan alutsista sesuai kebutuhan pada operasi penanggulangan bencana,” ujarnya.

Dalam bidang teritorial, Panglima TNI menuturkan bahwa kemampuan teritorial yang melekat pada struktur TNI khususnya Satkowil mulai dari tingkat Kodam, Korem, Kodim, Koramil sampai Babinsa sangat efektif dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.

Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan ada tiga tahapan dalam penanggulangan bencana, yaitu Pra Bencana, saat tanggap darurat dan pascabencana. Menurutnya, tahap prabencana berada pada situasi tidak terjadi bencana, seluruh Kotama TNI menyusun rencana rencana kontinjensi di wilayahnya, kemudian dilatihkan dalam bentuk Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO).

Sedangkan tahap saat tanggap darurat, TNI mengerahkan satuan PRCPB TNI sebagai pelaksana penanggulangan operasi membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

“Untuk Tahap Pasca Bencana, TNI mengerahkan Kogasgabpad sebagai pelaksana tugas rehabilitasi dan rekonstruksi yang bekerja secara terpadu dengan Kementerian dan Lembaga terkait,” katanya.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sinergi Bea Cukai dan TNI Berhasil Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas di Sulteng


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler