Dulunya Pematung yang Tidak Pernah Lulus Kuliah

Sabtu, 16 November 2013 – 09:50 WIB
SEMUA HANDMADE: Craig Calfee menunjukkan proses pembuatan sebuah sepeda tandem dari bahan karbon. Semua sepeda di bengkelnya dibuat secara handmade, bisa menyesuaikan semua kebutuhan dan keinginan konsumen. (azrul ananda/jawa pos)

HAMPIR semua sepeda top saat ini terbuat dari karbon. Bisa dibilang, itu berkat inovasi Craig Calfee, lebih dari 20 tahun lalu. AZRUL ANANDA dari Jawa Pos mengunjungi bengkelnya di California dan dapat ”bocoran” soal sepeda masa depan.
-----

PADA pertengahan 1980-an, Craig Calfee mulai bereksperimen membuat sepeda dari bahan karbon. Dia bukan satu-satunya, karena eksperimen serupa juga dilakukan di Eropa.  Namun, pada 1987, Calfee menjadi orang pertama yang membuat sepeda full karbon. Maksudnya, bukan hanya frame-nya yang karbon. Fork (garpu depan), seatpost, dan stem-nya pun terbuat dari karbon.

BACA JUGA: Ratih Asmana Ningrum, Peneliti Protein Antikanker sehingga Murah dan Mudah

Kala itu, yang lain baru membuat frame dari karbon, atau memadukan karbon dengan bahan lain seperti aluminium.

Pada 1991, sepeda buatan Calfee menarik minat Greg LeMond, saat itu pembalap terbaik dunia asal Amerika. Juara Tour de France tiga kali. Setelah mencobanya, LeMond langsung jatuh cinta.

BACA JUGA: M Rizki Ramadhan, Bocah Genius Menguasai Empat Bahasa Asing

LeMond pun memesan belasan frame buatan Calfee untuk timnya berlaga di Tour de France.

Berkat LeMond, Calfee meraih perhatian dunia sepeda. Di usia yang masih belum mencapai 30 tahun, dan bekerja sebagai pembuat sepeda independen, dia sudah berhasil membuat sepeda untuk seorang jawara Tour de France!

BACA JUGA: Pegang Teguh Tradisi Tidak Merokok dan Minum Miras

Cerita Calfee ini langsung memikat sejumlah media di Eropa dan Amerika. Dan dalam salah satu wawancara di majalah Cyclist kala itu, Calfee dikutip membuat prediksi ”berani” untuk masa depan.
    
Dia bilang, apa yang dikendarai LeMond itu hanyalah awalan. ”Di masa depan, semua sepeda di Tour de France akan terbuat dari karbon!” Begitu prediksi seorang Craig Calfee.

Prediksi itu, tentu saja, sekarang menjadi kenyataan. Nama Craig Calfee, sekarang, termasuk melegenda di kalangan cyclist.

Memiliki perusahaan sendiri bernama Calfee Design, pria kelahiran 1962 itu sampai sekarang masih hobi utak-atik sepeda dan desain. Di bengkelnya di California, dia masih terus berinovasi. Membuat sepeda-sepeda konsep yang mampu bikin orang geleng-geleng kepala.

Dia memproduksi sepeda custom, sesuai pesanan. Dia juga punya bisnis besar perbaikan frame karbon, di mana orang-orang di seluruh dunia bisa mengirimkan frame karbon mereka yang patah atau retak, untuk diperbaiki dan dibuat seperti –atau bahkan lebih tangguh daripada– sebelumnya.

***
Bukan hal mudah mencapai workshop (bengkel) Calfee di kawasan utara California. Naik mobil dari San Francisco butuh waktu sekitar dua jam atau lebih, tergantung tersasar atau tidak!

Kalau menggunakan perangkat GPS, alamat bengkelnya di La Selva Beach tidak bisa ditemukan. Komputernya bingung mau ke mana! Cara terbaik mencapainya: Dari San Francisco naik mobil turun ke arah selatan, ke Kota Santa Cruz. Di situ baru telepon dulu ke Calfee Design untuk mendapatkan arahan mendetail.
    
Dari sana, kalau tidak salah belok, hanya butuh waktu 20–30 menit untuk mencapai Calfee Design yang legendaris tersebut.

Bengkel itu letaknya sangat mengesankan. Berada di dalam kompleks Monterey Bay Academy, sebuah SMA berasrama, kantor dan bengkel Calfee Design berada pas di sisi laut. Menghadap ke Laut Pasifik.

Setelah pindah lokasi beberapa kali di kawasan utara California, Calfee Design sudah berada di La Selva Beach selama enam tahun terakhir.

Datang sekitar satu jam lebih cepat dari jadwal janjian (takut terlambat), penulis datang pas jam makan siang. Di pinggir bangunan bengkel, tampak sejumlah orang asyik bermain sepak bola, di lapangan kecil berpagar kayu. Seru juga, di jam makan siang dan istirahat, para karyawan bermain sepak bola! Usut punya usut, ternyata sedang ada turnamen sepak bola internal…

Pintu bengkel tampak terbuka lebar, membiarkan sejuknya angin November California mengalir ke dalam dengan bebas.

Karena tidak melihat satu pun orang bekerja, penulis naik ke atas, ke kantor tempat staf marketing, sales, dan administrasi bekerja. Ada satu orang yang menemui. Dia bilang supaya menunggu santai saja di bawah, karena Calfee entah sedang ada di mana.

Eh, ternyata, tidak perlu mencari-cari. Tidak lama, muncul orang bertopi. Dia sibuk mengutak-atik ban belakang sebuah sepeda unik. Bentuknya tinggi sekali, seperti sepeda sirkus. Pria itu ternyata Craig Calfee sendiri, sedang fokus menata drivetrain (gir belakang, crank depan, dan rantai) sepeda tersebut.

Melihat penulis datang membawa kamera, dia langsung bicara. ”Pernah lihat sepeda seperti ini? Ini namanya tall bike,” ucapnya. ”Di zaman dulu, tukang listrik memakai sepeda seperti ini untuk keliling dan memperbaiki atau mengganti lampu di tiang-tiang tinggi,” tuturnya.

Bedanya, tentu saja, tall bike yang diutak-atik Calfee ini terbuat dari bahan karbon!

Setelah berhasil menyetel drivetrain, Calfee langsung mengajak penulis keluar. ”Pengen lihat bagaimana cara naik sepeda ini? Tidak perlu tangga,” ucapnya.

Calfee lantas mendemonstrasikannya. Meletakkan kaki kirinya di pedal kiri, lalu bergerak melompat ke atas sadel, langsung mengayuh sepeda itu keliling jalan dan rerumputan di depan bengkel!

Puas keliling, Calfee pun kembali ke bengkel, mengajak ngobrol di ruang meeting sebelum keliling tur fasilitasnya.

***
Dikenal sebagai inovator, Calfee ternyata punya latar belakang menarik. Dia tidak pernah lulus kuliah! Dan dia bukanlah seorang insinyur! ”Saya ini dulunya pematung,” akunya.

Lahir di Rhode Island, Calfee kuliah jurusan seni di Pratt College, New York. Kemampuan teknis, dia bilang, adalah bakat. Serta, di kampusnya dulu, dia juga belajar beberapa hal teknis untuk membantu kemampuan membuat patung!

Pengakuan lanjutan: ”Saya dulu hanya tiga tahun kuliah. Tidak pernah lulus.”

Kemampuan mengolah karbon dia dapatkan ketika bekerja di industri kapal! Di usia 24 tahun, pekerjaan pertamanya memang menjadi pembuat kapal di Boston. ”Saya mencari pekerjaan, ada kesempatan jadi pembuat kapal. Setelah itu saya membuat rowing boat (kapal olahraga dayung, Red) untuk kompetisi dan tulangnya terbuat dari pipa-pipa karbon. Dari situ saya belajar membuat pipa karbon,” jelasnya.

Dari Boston, dia pindah ke California. Di San Francisco dia membuka bengkel sepeda. Dasar suka sepeda, sejak awal dia sudah iseng bereksperimen membuat sepeda dari karbon.

Ketika ada kesempatan, dia mengirimkan contoh karyanya ke Greg LeMond. Sang bintang balap sepeda langsung menyukainya! Cerita pun kembali seperti di awal tulisan ini.
”Greg LeMond menemukan saya dan setelah itu semuanya adalah catatan sejarah,” tegas Calfee.

Sepeda full karbon pertama buatan 1987 itu kini dipajang dengan bangga di bengkel Calfee, di tangga naik menuju lantai 2. Berwarna hitam karbon dan memiliki permukaan kasar, sulit dipercaya sepeda itu adalah sebuah awalan sejarah.

Tidak jauh dari situ, dipajang sepeda karbon buatan Calfee yang berlabel ”LeMond”. Ya, itu sepeda yang dipakai Greg LeMond pada 1991! Setelah bertahun-tahun entah di mana, baru-baru ini sepeda tersebut kembali ke tangan Calfee.

Di dekatnya dipajang jersey kuning milik LeMond. Serta foto sang juara Tour de France tiga kali itu sedang mengendarai sepeda tersebut.

”Seorang kolektor menemukannya, kemudian mengembalikannya kepada saya,” aku Calfee.

***
Di bengkel Calfee, ketika keliling, ada banyak sekali barang –dan inovasi– yang mampu membuat mulut seorang penggemar sepeda menganga. Apalagi ketika Calfee menjelaskan proses-proses pembuatannya dan menunjukkan karya-karya unik yang sedang dalam proses pembuatan.

Di bengkel itu terpajang pula sebuah road bike, yang disebut-sebut sebagai masa depan sepeda balap. Sama seperti ketika memprediksi bahwa semua sepeda di Tour de France akan memakai bahan karbon, Calfee memprediksi semua sepeda balap masa depan akan seperti karya terbarunya tersebut.(bersambung)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berencana Menolong, Eh...Malah Ditodong Lalu Dibuang ke Jurang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler