Eddies Adelia Kagumi Keragaman Budaya Tabanan

Senin, 24 Juli 2017 – 23:22 WIB
Eddies Adelia saat berpose bersama Bupati Tabanan, Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, Indra Herlambang dan Chand Calvin di Anjungan Bali, Taman Mini Indonesia Indah. (Djainab Natalia Saroh/JPNN)

jpnn.com - Pesinetron Eddies Adelia kini tengah disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai duta kebudayaan Tabanan, Bali. Bersama Indra Herlambang dan Chand Calvin, dia diajak untuk memperkenalkan beragam potensi yang ada di Tabanan.

Seperti yang dilakukan Eddies pada pameran budaya Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sejak hari Jumat (21/7) sampai Minggu (23/7).

BACA JUGA: Wisata Malam Bikin Pariwisata Cilacap Makin Menggeliat  

“Ke Bali itu kan biasa, tapi mengenal apa yang ada di Tabanan itu ya sesuatu yang baru. Dan ternyata, di Bali itu beragam kebudayaannya, seperti yang ada di Tabanan ini. Banyak kebudayaan dan kuliner yang unik di sini,” tutur Eddies Adelia saat ditemui diberkeliling mengunjungi pameran di anjungan Bali, TMII.

Bagi janda cantik ini, Tabanan sudah menjadi rumah kedua baginya. Apalagi, dia cukup mengenal dekat dengan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Tak heran bila akhirnya dia diminta untuk mengenalkan beragam kebudayaan Tabanan.

BACA JUGA: Terbangi Ambon, Citilink Target Market Share 20 Persen  

“Di Tabanan itu banyak loh kerajinan tangannya, seperti tempat lilin, keramik, kerajinan pande besi, virgin coconut oil dan juga kuliner khas Tabanan,” kata Eddies didampingi sahabatnya yang juga Bupati Tabanan.

Menurut Ni Putu Eka Wiryastuti, selain memamerkan produk UKM, ada beberapa pagelaran seni dan budaya yang ditampilkan.

BACA JUGA: Nah Lho, Dinas Pariwisata Kaltara Sambut Turis Tiongkok dengan Water Canon

“Untuk khas seni Tari, seni budaya bagi masyarakat Tabanan sendiri menjadi gudangnya seni. Diantaranya tari bungan sandat serasi yang merupakan simbol lumbung pangannya Bali. Kabupaten Tabanan selalu memberikan pengolahan dari hasil bumi yang siap dikonsumsi, seperti beras merah, kopi, Lak-lak, Kelepon dan lain sebagainya," ujar Eka.

Dia juga berharap, dalam momentum gelaran budaya yang diadakan 10 tahun sekali ini dapat memberikan efek positif pada dunia budaya sehingga Tabanan lebih dikenal lagi, tak hanya di nusantara bahkan dunia internasional. (mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Beginilah Jurus Pemkab Tabanan Genjot Jumlah Wisman


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler