Efektifitas Operasi Penangkapan Santoso Dipertanyakan

Selasa, 05 April 2016 – 04:55 WIB
Neta S Pane. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo harus bersikap tegas memberikan batas waktu kepada Polri agar bisa segera menangkap tokoh teroris Santoso alias Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah. Sebab, upaya penangkapan Santoso sepertinya sudah tidak masuk akal lagi.

"Aparat keamanan sepertinya sudah dipermaikan Santoso, terutama dengan gambar-gambar yang diunggah Santoso cs di media sosial di saat TNI-Polri kesulitan untuk menangkapnya," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane, Senin (4/4).

BACA JUGA: Dewan dan Pejabat Kemenpupera Sikat Duit Abdul Khoir Cs

IPW menilai perburuan Santoso sangat tidak masuk akal karena begitu banyaknya aparat yang terlibat,  panjangnya waktu yang dibutuhkan, tapi sang teroris tak kunjung tertangkap.

Saat ini kekuatan personel Satgas Operasi Tinombala untuk memburu Santoso sebanyak 3.000 orang. Terdiri  dari TNI 1.800 personel dan Polri 1.200 personel.

BACA JUGA: Ini Permintaan PKB Terkait Reshuffle Kabinet

Semua personil yang terlibat sangat terlatih. Pasukan sudah terlibat dalam Operasi Tinombala sejak 9 Januari 2016 hingga sekarang, Tapi Santoso tak kunjung tertangkap. "Padahal jumlah pasukan Santoso hanya 31 orang dengan senjata seadanya," jelas Neta.

Bagaimana pun fakta ini harus dipertanyakan dan dievaluasi agar kredibilitas TNI-Polri diragukan. Apakah ke 3.000 personil TNI-Polri yang sangat terlatih itu berhasil dipecundangi Santoso Cs.

BACA JUGA: Manajemen Siapkan Pesawat Pengganti Batik Air 7703

"Atau kasus ini menunjukkan bahwa sesungguhnya aparatur keamanan Indonesia sangat tidak terlatih, sehingga gampang dipecundangi Santoso," papar Neta.

Ia menambahkan, kasus tersebut sekaligus menunjukkan betapa lemahnya intelien aparatur keamanan negeri ini sehingga 3.000 personilnya tidak berdaya menghadapi 31 pasukan Santoso, yang tiga di antaranya WNA. "Namun patut dipertanyakan pula, apakah keberadaan Santoso sengaja dibiarkan untuk sebuah proyek latihan atau proyek keamanan?" tanya Neta.

Tentunya, proyek untuk menangkap Santoso yang melibatkan banyak personil ini jumlah anggarannya tidak sedikit. Untuk itu Komisi III DPR perlu mempertanyakan, berapa besar anggaran dalam operasi penangkapan Santoso dan kenapa yang bersangkutan tak kunjung tertangkap. DPR dan pemerintahan Jokowi perlu memberi batas waktu, sampai kapan Polri bisa menangkap Santoso. 

"Sehingga Polri tidak terus menerus dipermalukan oleh foto foto selfie para teroris tersebut  yang muncul di media sosial," katanya. (boy/fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Jonan Minta Pesawat yang Terlibat Insiden di...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler