Ekonomi Lesu, Investasi Tetap Naik

Selasa, 02 Agustus 2016 – 13:38 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - SAMARINDA – Kalimantan Timur tetap memiliki pesona kuat bagi para investor. Buktinya, investasi di sektor sumber daya alam masih mendominasi. Bahkan, mayoritas realisasi investasi Bumi Etam sangat bertopang di sektor primer tersebut.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kaltim Didi Rusdiansyah mengatakan, realisasi modal masuk  selalu menunjukkan tren baik.

BACA JUGA: Inflasi Agustus Bisa Ditekan

Bahkan selalu meningkat dan melampaui target yang ditentukan tiap tahun. Meskipun situasi ekonomi global maupun nasional saat ini sedang sulit. 

“Meski ekonomi sulit yang jelas target investasi Kaltim tetap tumbuh dari Rp 37,1 triliun pada 2015, jadi Rp 39,3 triliun tahun ini. Kami optimistis kenaikan Rp 2,23 triliun bisa tercapai. Itu amanat RPJMD Kaltim 2013-2018 yang harus dikejar,” kata Didi, kemarin (1/8).

BACA JUGA: Inilah 3 Strategi Andalan Semen Indonesia

BPMPTSP Kaltim mencatat, investasi selalu mengalami tren positif. Pada 2013, dari target Rp 30 triliun, realisasi mampu menembus angka Rp 31,7 triliun. Padahal situasi investasi minyak dan gas bumi (migas) serta batu bara sedang lesu.

Tren itu bahkan terus berlanjut. Pada 2014, target investasi mencapai Rp 35 triliun, realisasinya tembus Rp 37,8 triliun. Sementara tahun lalu, target investasi Rp 37,1 triliun, realisasinya mencapai Rp 39,3 triliun.

BACA JUGA: OCBC NISP Sisakan 1 Syarat untuk Tampung Dana Repatriasi

Sedangkan tahun ini, dari target Rp 39,3 triliun, hingga laporan triwulan pertama realisasi sudah mencapai Rp 8,4 triliun. Persentasenya kenaikan investasi mencapai 21,6 persen. Diprediksi realisasi pada laporan triwulan kedua investasi Kaltim sudah menembus Rp 30 triliun. 

Padahal, investasi Kaltim dari dalam maupun luar negeri oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2016  hanya ditarget Rp 25 triliun. Target besar Kaltim tersebut,  menurut Didi, karena masih tingginya dorongan peluang investasi di Bumi Etam.

Bahkan, nilai investasi tersebut dia yakini bisa lebih besar lagi, jika perusahaan kooperatif untuk segera mengisi laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). Saat ini masih banyak investor yang sudah menanamkan modal miliaran rupiah, namun belum memiliki izin prinsip atau usaha sebagai bukti investasi di Kaltim.

“Kami gencar turun langsung ke lapangan jemput bola untuk validasi LKPM. Selain mendorong pemerintah kabupaten/ kota se-Kaltim untuk mempermudah investasi masuk,” ucap Didi. (him/far/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inflasi Mulai Naik, Lebih Tinggi dari Nasional


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler