Ekonomi Melemah, Jangan Berharap Ekspor

Selasa, 07 Juli 2015 – 10:47 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Pengamat Ekonomi Hendri Saparini mengatakan, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan pertama hanya berkisar 4 persen, jauh dari target pemerintah 5,7 persen.

Karena itu pemerintah perlu mendorong penyerapan anggaran di berbagai lini. Sebab sangat tidak mungkin mendorong peningkatan nilai ekspor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di saat melemahnya ekonomi dunia.

BACA JUGA: Penyerapan APBD Provinsi Riau Terendah, Gorontalo Tertinggi

 “Kalau dari ekspor rasanya tidak bisa diharapkan. Apalagi ada kasus Yunani. Ekspornya Eropa juga sangat di-support Tiongkok dan India. Kalau Eropa melemah, ekspor Tiongkok dan India juga turun. Jadi tidak bisa berharap dari ekspor karena global melemah. Lupakan ekspor. Bahkan di 2016 Indonesia juga tak bisa harapkan ekspor,” ujar Saparini dalam diskusi yang digelar Kemendagri, Senin (6/7).

Menurut Saparini, ada beberapa indikator yang memperlihatkan melemahnya perekonomian Indonesia. Antara lain, dari tingkat penjualan mobil dan motor di Indonesia, mengalami perlambatan. Indikator lain, tingkat konsumsi masyarakat saat ini juga terus tergerus. Baik di masyarakat kelas atas maupun kelas bawah.

BACA JUGA: Investasi Asing ke RI Naik 20 Persen

“Kalau melihat struktur ekonomi ditopang oleh konsumsi, maka konsumsi saat ini tergerus baik kelas atas dan bawah. Jadi memang Indonesia saat ini mengalami perlambatan saat APBN tidak terguyur dengan cepat dan komoditas primer tidak baik, maka otomatis kelas menengah Indonesia konsumsinya melambat,” ujarnya.

Saparini menilai, belanja pemerintah memang hanya 6,55 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun tetap berperan sangat penting. Karena akan belanja pemerintah akan menjadi indikator bagi dunia usaha.

BACA JUGA: Harga Daging Sapi Terkerek Minimnya Pasokan

“Harapanya sekarang dari belanja pemerintah. Kalau pemerintah tidak belanja, swasta jadi tak percaya diri. Belanja pemerintah akan jadi indikator, akan kirim sinyal pemerintah ini enggak ada masalah,” katanya. (gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berapa Kerugian AP II Akibat Kebakaran Terminal 2E Bandara Soetta?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler