Eks Napiter Abu Fida Ingin Wujudkan Pemilu 2024 yang Damai

Minggu, 05 November 2023 – 10:01 WIB
Abu Fida atau Muhammad Syaifuddin Umar. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan narapidana (napi) kasus teroris Abu Fida atau Muhammad Syaifuddin Umar mengingatkan pemerintah agar mewaspadai ancaman pelaku terorisme menjelang Pemilu 2024.

"Saya mengimbau kepada segenap masyarakat, khususnya kepada eks napiter yang ada di Jawa Timur untuk menjaga kebersamaan dan meniadakan politik identitas agar pemilihan umum yang sebentar lagi akan dilaksanakan berjalan dengan damai dan sejahtera," kata Abu Fida dalam keterangan, Minggu (5/11).

BACA JUGA: Densus 88 Ungkap Rencana 2 Tersangka Teroris Ini Menggagalkan Pemilu 2024

Beberapa waktu lalu, Densus 88 Antiteror mengamankan sekitar 40 orang terduga pelaku terorisme yang merupakan anggota Jemaah Ansharut Daulah (JAD) karena diduga ingin menggagalkan pelaksanaan Pemilu 2024.

Sebab bagi jaringan tersebut, demokrasi merupakan suatu kegiatan yang melanggar hukum.

BACA JUGA: 2 Tersangka Terorisme yang Berencana Menggagalkan Pemilu 2024 Ditangkap Densus 88

Menyikapi hal tersebut, Abu Fida pun mengutuk keras aksi yang dilakukan oleh kelompok radikal yang mengharamkan adanya demokrasi.

Menurutnya, kelompok atau jaringan seperti itu merupakan ancaman serius bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI.

BACA JUGA: Seleksi Penyelenggara Pemilu di Papua Pegunungan Bermasalah, Massa Geruduk Kantor KPU

"Menyikapi adanya ancaman dari teman-teman yang masih berpikiran keras dan kelompok-kelompok yang masih intoleransi merupakan sebuah kriteria pada intinya mengharamkan demokrasi dan tidak akan ikut pemilihan umum. Bagi mereka demokrasi harus diperangi. Jadi ini merupakan ancaman serius jelang Pemilu," ungkap tokoh JI yang saat ini sudah kembali kepelukan NKRI dan mendirikan Yayasan Belajar Bersama Tafaqquhfiddin di Surabaya yang berkonsentrasi pada integrasi eks napiter.

Sebagai mantan napiter, Abu Fida mengajak kepada seluruh eks napiter dan para kelompok-kelompok yang masih berjalan di jalur yang keras untuk terus mengintrospeksi diri dan kembali ke pelukan NKRI.

"Kami selalu berusaha mengajak senantiasa agar tetap menyadarkan diri bahwa kita adalah bagian dari Indonesia yang kita cintai ini. Kemudian dengan adanya agenda pemilihan umum itu kita harapkan dan tetap mengajak seluruhnya terutama eks napiter dan juga teman-teman yang masih berfikiran keras untuk selalu menjaga keamanan dan kedamaian di Republik tercinta ini," tegas Abu Fida.

Dia mengatakan penyelenggaraan Pemilu juga merupakan bagian sarana integrasi bangsa, mengenal, dan menghargai satu sama lain.

Semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam pelaksanaan Pemilu 2024 yang damai, yakni berpartisipasi tanpa melepas tali persatuan Indonesia.

"Sebagai warga negara yang beragama dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, tentu kita diajarkan melakukan hal-hal yang baik dalam keseharian, tak terkecuali dalam kontestasi politik. Kendati demikian, untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang aman, damai, dan berkualitas seyogianya kita menghindari hal yang memicu perpecahan, hal yang dibenci agama yang kita anut," katanya.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memang seharusnya kita implikasikan dalam pagelaran Pemilu 2024 adalah bagian dari diri kita sebagai warga negara demokrasi dalam dasar negara kita tercinta Indonesia," kata Abu Fida. (rhs/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selebgram Buang Bayi di Bandara Ngurah Rai Bali, Motif Tersangka Bikin Bergeleng


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Pemilu   teroris   napiter   JAD   terorisme  

Terpopuler