Ekspor Produk Kelapa Sumatera Barat ke Eropa dan Amerika Meningkat Pesat

Kamis, 01 Agustus 2019 – 13:29 WIB
Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor komoditas pertanian berupa olahan kelapa asal Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 108,4 ton ke mancanegara. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, PADANG - Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor komoditas pertanian berupa olahan kelapa asal Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 108,4 ton ke mancanegara.

"Dari tujuh komoditas pertanian yang diekspor hari ini, Alhamdulillah ada ekspor tiga produk olahan dari komoditas kelapa," ujar Kepala Barantan Ali Jamil saat melepas ekspor di Teluk Bayur, Kamis (1/8).

BACA JUGA: Tingkatkan Kemajuan Wirausaha Muda Pertanian Lewat Networking

Jamil menjelaskan bahwa tidak hanya santan dan kelapa parut yang laku di mancanegara.

BACA JUGA: Kementan Minta Distan di Daerah Tolak Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian Abadi

BACA JUGA: Presiden Tinjau Proyek Peternakan dan Pertanian di Desa Parsingguran

“Air kelapa asal Sumbar sudah tembus pasar benua Eropa dan Amerika," tambahnya.

Jamil menyebutkan ada 35,2 ton santan kelapa senilai Rp 612,7 juta tujuan Belanda dan Inggris, 37,2 ton kelapa parut senilai Rp 827 juta tujuan Jerman dan Norwegia serta 36 ton air kelapa senilai Rp 308 juta tujuan Inggris.

BACA JUGA: Enam Langkah Strategis Kementan Hadapi Kekeringan Musim Kemarau

Menurut Kepala Karantina Pertanian Padang Eka Hernida Yanto, pada 2018 total ekspor olahan kelapa mencapai 8.615 ton atau senilai Rp 111,92 miliar.

Sementara itu, pada 2019 sudah mencapai 6.221 ton atau senilai Rp 82,85 miliar.

"Meski baru enam bulan, sudah mencapai 72 persen dibandingkan dengan ekspor 2018, "jelas Eka .

Selain komoditas olahan kelapa, yang diekspor kali ini ada 11.000 MT cangkang sawit tujuan Jepang.

Cangkang sawit merupakan komoditas ekspor terbesar di Sumatera Barat. Pada tahun 2019 sudah mencapai 234 ribu ton atau senilai Rp. 234 miliar.

Menurut Eka, itu merupakan ekspor perdana cangkang sawit bagi PT Pinang Mas Energy.

"Hal ini sejalan dengan kebijakan menteri pertanian dalam upaya percepatan akselerasi ekspor,  penambahan ragam komoditas menjadi salah satu program yang didorong selain menumbuhkan ekspotir baru dari kalangan muda. Barantan dengan program Agro Gemilang siap memberikan bimbingan  dan pendampingan teknis para eksportir komoditas pertanian ke pasar global," terang Eka.

Tiga komoditas lainnya yang ikut diberikan phytosanitary certificate pada hari ini adalah 173,2 ton kulit kayu manis tujuan Inggris, Prancis dan Singapura senilai Rp 14,6 miliar.

Ada pula 102,7 ton pinang biji tujuan Thailand senilai Rp 1,8 miliar dan 100,8 ton karet olahan tujuan India senilai Rp 2,2 miliar.

Phytosanitary Certificate merupakan jaminan yang diberikan Badan Karantina Pertanian bahwa komoditas tersebut telah melewati pemeriksaan karantina sebagaimana yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Staf Ahli Gubernur Sumbar Muhammad Yani menyampaikan bahwa potensi pertanian Sumatera Barat harus didukung dengan potensi sumber daya manusia agar mampu menambah nilai manfaat, khususnya para pelaku bisnis serta mampu bersaing dengan negara lain.

Pemerintah provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian melalui Barantan yang telah memfasilitasi kemudahan proses ekspor komoditas pertanian Sumbar.

“Semua unsur di institusi pemerintah provinsi Sumatera Barat mendukung penuh percepatan ekspor yang gencar dilakukan pada pelaku bisnis untuk terus memberi manfaat buat semua dan mengajak untuk terus berinovasi agar produk pertanian memberi nilai tambah pemasukan devisa negara,” katanya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lindungi Petani Jagung, Kementan Musnahkan Benih Jagung Impor Berbakteri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler