Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 60,4% tapi Pilpres 6 Bulan Lagi

Minggu, 07 Oktober 2018 – 20:56 WIB
Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil surveinya yang terbaru tentang duet calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bersaing di Pemilu 2019. Merujuk survei terhadap 1.220 responden, elektabilitas Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (Jokowi - Ma’ruf) masih jauh di atas Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno.

Berdasar survei SMRC pada 7-14 September 2018, elektabilitas Jokowi - Ma’ruf di angka 60,4 persen. Adapun Prabowo - Sandiaga mengantongi elektabilitas 29,8 persen. “Sedangkan responden yang tidak menjawab ada 9,8 persen,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di, Jakarta, Minggu (7/10).

BACA JUGA: Pujian Hasto untuk Cara Jokowi Memotivasi Kaum Difabel

Djayadi menjelaskan, duet yang mampu mempertahankan tren kenaikan elektabilitas akan memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Rujukannya adalah survei jelang Pilpres 2004.

Menurut Djayadi, jelang Pilpres 2004 Megawati Soekarnoputri yang berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi hanya memiliki elektabilitas 30 persen. Duet yang diusung Koalisi Kebangsaan itu stagnan di angka itu.

BACA JUGA: Relawan Pinggiran Deklarasi Dukung Jokowi Satu Kali Lagi

Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla sebagai penantang Mega - Hasyim punya elektabilitas lebih bagus dan mampu mempertahankannya hingga hari pemungutan suara. "Megawati saat menjadi petahana pada 2004 sudah kalah sejak beberapa bulan menjelang hari H dan memang terbukti kalah pada hari H," tutur Djayadi.

Menurut Djayadi, indikas-indikasi seperti itu juga berulang pada pilpres-pilpres selanjutnya. Karena itu jika Jokowi mau memenangi Pilpres 2019, katanya, mau tak mau sebagai petahana harus mempertahankan tren positif, terutama dengan menangani isu ekonomi, penegakan hukum dan keamanan secara baik.

BACA JUGA: Ratna Sarumpaet Hanya Tumbal Konspirasi Kubu Prabowo-Sandi?

"Pertanyaannya, apakah kondisi makro tersebut dalam 6-7 bulan ke depan akan stabil, lebih baik atau malah sebaliknya?" ujarnya.

Djayadi menjelaskan, elektabilitas Jokowi - Ma’ruf karena didominasi mantan gubernur DKI yang kini menjadi Presiden Ketujuh RI itu. Elektabilitas Jokowi di angka 60,2 persen.

Sedangkan elektabilitas Prabowo tanpa pendamping hanya 28,7 persen. Oleh karena itu Djayadi menganggap elektabilitas duet yang akan bersaing di Pilpres 2019 tak berbeda jauh dari tingkat keterpilihan capres.

SMRC melakukan survei langsung dengan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden pada periode 7-14 September 2018. Margin of error survei itu di angka 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(aim/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Garda NKRI Resmi Dukung Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler