Empat Mata dengan Jokowi di Istana, Bamsoet di Atas Angin Dibanding Airlangga

Rabu, 17 Juli 2019 – 21:32 WIB
Presiden Joko Widodo dan politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/7). Foto: Instagram/bambang.soesatyo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Silvanus Alvin menilai Joko Widodo (Jokowi) lebih nyaman dengan Bambang Soesatyo (Bamsoet) dibanding Airlangga Hartanto dalam bursa calon ketua umum Golkar. Penilaian Alvin didasari pertemuan antara Presiden Ketujuh RI itu dengan Bamsoet di Istana Negara, Senin (15/7).

Dosen di Universitas Bunda Mulia (UBM) itu menjelaskan, persaingan menuju kursi ketua umum Golkar merupakan kompetisi untuk mengantongi restu Jokowi. Sebab, Jokowi dalam memimpin pemerintahan selama lima tahun ke depan memerlukan jaminan kenyamanan dari figur ketua umum Golkar yang akan datang.

BACA JUGA: Yakini Jokowi Bijak, PPP Siap Kerja Bareng Partai Pendukung Prabowo

Oleh karena itu, restu dari Jokowi akan menentukan suara para pemegang hak pilih di Musyawarah Nasional (Munas) Golkar. Menurut Alvin, restu dari Jokowi akan menjadi acuan pemilik suara di Munas Golkar dalam memilih calon ketua umum.

“Baik Bamsoet dan Airlangga akan memperebutkan Jokowi's favor atau restu Jokowi. Jokowi's favor ini penting karena hal ini yang akan jadi acuan bagi kader-kader Golkar yang memegang hak pilih nanti,” kata Silvanus saat dihubungi, Rabu (17/7).

BACA JUGA: Kantor Golkar Dijaga Polisi, Ace Hasan: Biasa Saja, Tidak Ada yang Genting

BACA JUGA: DPP Golkar Sampai Minta Bantuan 10 Polisi Buat Pengamanan Kantor 24 Jam

Penyandang gelar master dari University of Leicester itu melihat Jokowi gemar menyampaikan pesan politik secara tersirat. Oleh karena itu, Alvin menganggap perbedaan durasi pertemuan Jokowi dengan Bamsoet atau Jokowi dengan Airlangga merupakan catatan penting.

BACA JUGA: Ini Penjelasan Istana soal Beredarnya Isu Susunan Kabinet Jokowi - Maruf

Menurutnya, pertemuan empat mata antara Jokowi dengan Bamsoet di Istana Kepresidenan pada awal pekan ini membuat ketua DPR RI itu lebih unggul. “Untuk saat ini posisi Bamsoet memang berada di atas angin karena ada efek positif pascapertemuannya dengan Jokowi,” ujar Silvanus.

Dia melanjutkan, perbedaan durasi pertemuan juga menunjukkan tingkat kenyamanan Jokowi. Semakin lama durasi pertemuan, kata Silvanus, berarti Jokowi merasa makin nyaman dan akrab.

“Bila pertemuan hanya sebentar, ya, dapat diartikan kurang nyaman. Apalagi Jokowi ini tipe politisi yang mengedepankan 'kerja, kerja dan kerja' sehingga waktu itu sangat berharga,” tuturnya.

Sementara soal Airlangga, kata Silvanus, posisinya diuntungkan karena menjadi ketua umum Golkar. Namun baik Airlangga maupun Bamsoet masih belum sepenuhnya aman karena masih ada waktu hingga munas mendatang.

BACA JUGA: Ada Isyarat Jokowi Nyaman dengan Bamsoet Jelang Munas Golkar

Menurutnya, Golkar merupakan bagian pemerintahan harus memiliki ketua umum yang punya hubungan baik dengan Jokowi. Karena itu, terang Silvanus, Jokowi tentu akan mencermati Bamsoet ataupun Airlangga di bursa calon ketua umum Golkar.

“Oleh karena itu, parameter dalam menentukan kandidat mana yang akan di-support Jokowi adalah kompetensi. Baik Bamsoet dan Airlangga akan dilihat track record-nya seperti apa,” pungkas dia.(tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Kriteria Calon Menteri yang Kemungkinan Disodorkan Prabowo ke Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler