Empat Menteri Inggris Serentak Mundur, Ada Apa?

Jumat, 16 November 2018 – 16:25 WIB
PM Inggris Theresa May menandatangani surat permohonan Brexit. Foto: AP

jpnn.com - PM Inggris Theresa May mengaku berhasil meyakinkan kabinetnya soal kesepakatan British Exit (Brexit) yang sudah direstui Uni Eropa (UE). Tapi, empat menteri lantas mengundurkan diri dari jabatan mereka kemarin, Kamis (15/11). Kini tugas May meyakinkan parlemen soal kesepakatan Brexit makin berat.

Menteri Brexit Dominic Raab hengkang dari kabinet. "Saya tidak bisa menyelaraskan kesepakatan tersebut dengan janji pemerintah kepada rakyat," ungkapnya sebagaimana dilansir Reuters. Menurut dia, kesepakatan yang tercapai di Brussel, Belgia, itu justru membuat posisi Inggris di mata UE kian lemah.

BACA JUGA: Wayne Rooney pun Menangis di Ruang Ganti

Raab bukan satu-satunya menteri yang mundur gara-gara kesepakatan 500 halaman tersebut. Kemarin tiga menteri yang lain mengekornya.

Mereka adalah Menteri Kesejahteraan Rakyat Esther McVey, Wakil Menteri Brexit Suella Braverman, dan Wakil Menteri Urusan Irlandia Utara Shailesh Vara.

BACA JUGA: Kubu Pro dan Kontra Tak Puas, Brexit Bikin May Terjepit

Bukan hanya menteri, dua pejabat tinggi pun ikut-ikutan angkat kaki dari pemerintahan May. Yakni, Sekretaris Parlemen untuk Kementerian Hukum Ranil Jayawardena dan Sekretaris Parlemen untuk Kementerian Pendidikan Anne-Marie Trevelyan.

Kehilangan empat menteri dan dua pejabat tinggi tidak membuat May goyah. Di hadapan majelis rendah, dia tetap menyebut kesepakatan Brexit sebagai yang terbaik.

BACA JUGA: Berdaster Jalani Sidang, Cewek UK Ditegur Majelis Hakim

"Pilihannya jelas. Berpisah tanpa kesepakatan sama sekali atau merumuskan kesepakatan terbaik," tegas May.

May menargetkan transisi Brexit berjalan mulai tahun depan. Karena itu, dia langsung mengganti posisi Raab kemarin. Politikus 44 tahun itu digantikan Michael Gove. Saat ini Gove menjabat menteri lingkungan hidup.

Langkah May itu menuai cibiran oposisi. Partai Buruh menganggap perempuan 62 tahun itu tak layak lagi menjadi pemimpin. Mereka menganggap segala rancangan May soal Brexit gagal.

"Kekuatan May sudah menghilang. Dia tidak mampu menghasilkan kesepakatan Brexit yang menguntungkan pemerintah," ujar Jon Trickett, politikus senior Buruh. (bil/c19/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inggris Vs AS: Perpisahan Sesungguhnya Buat Wayne Rooney


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Inggris   Theresa May   Brexit  

Terpopuler