Enggan Beli Rumah, Generasi Milenial Pilih Liburan

Kamis, 21 Desember 2017 – 15:23 WIB
Sebuah kompleks perumahan di Jakarta Selatan. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Keinginan generasi milenial memiliki rumah tidak terlalu besar sehingga bisa membuat pembiayaan untuk pembelian properti menyusut.

Padahal, jumlah generasi milenial yang berusia 20–37 tahun akan mendominasi Indonesia pada 2020.

BACA JUGA: Go-Jek Akuisisi 3 Perusahaan Financial Technology

Tahun ini, generasi milenial berjumlah 71 juta jiwa. Jumlah generasi milenial akan melonjak menjadi 142 juta jiwa pada 2020.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, generasi milenial yang mayoritas juga merupakan kelas menengah lebih banyak belanja untuk leisure.

BACA JUGA: Orchard View, Destinasi Wisata Serupa Singapura

”Kebutuhan konsumsi mereka lebih didominasi oleh pemenuhan keinginan untuk traveling,” ujar Dody, Rabu (20/12).

Saat ini, BI tengah menggodok rumusan loan to value (LTV) yang lebih segmented dan spasial.

BACA JUGA: Anies Ajak Generasi Milenial Bela Negara tanpa Senjata

Pelonggaran LTV akan lebih mengerucut pada lokasi tempat kredit pemilikan rumah (KPR) dan jenis serta ukuran rumah secara spesifik.

Kebijakan makroprudensial itu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan kredit pada 2018.

”Kalau LTV dilonggarkan, kelas menengah akan lebih mudah mempunyai rumah. Karena memang daya beli harus kita dorong dan dari sisi bank juga akan mendorong penyaluran kredit,” ujarnya.

Kemudahan membeli rumah saat ini diberikan lebih banyak kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dengan KPR bersubisidi, masyarakat yang berpengasilan di bawah Rp 4 juta dapat membeli rumah dengan uang muka dan bunga yang terjangkau.

Sementara itu, masyarakat yang berpenghasilan Rp 4 juta sampai Rp 8 juta agak sulit membeli rumah.

Sebab, mereka tak masuk kategori MBR sehingga tak layak mendapat KPR subsidi.

Di sisi lain, uang muka rumah non-MBR juga sangat tinggi dan seringkali di luar jangkauan gaji yang mereka peroleh.

”Makanya, nanti LTV yang meringankan diharapkan bisa mendorong masyarakat dalam kategori yang lebih luas untuk lebih mudah mendapatkan rumah,” sambung Dody.

Namun, masalah kemampuan mengajukan pinjaman dan kemampuan mencicil bukan semata menjadi hambatan.

Country General Manager rumah123 Ignatius Untung mengungkapkan, pada dasarnya, generasi milenial kelas menengah memang tak punya keinginan untuk membeli rumah.

Mereka lebih memilih membeli gadget dan melakukan traveling karena sadar sulit membeli rumah, apalagi mendapatkan insentif berupa KPR subsidi.

”Masalah LTV bukan satu-satunya solusi. Tidak ada keinginan membeli rumah itu karena kurang edukasi dan karena sudah berpikir bahwa pada dasarnya mereka tidak mampu beli rumah,” ujarnya.

Untuk itu, perlu ada insentif yang lebih spesifik dari pemerintah agar KPR tidak hanya didominasi MBR, tapi juga untuk kelas menengah, terutama generasi milenial. (rin/c10/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Golkar Butuh Sosok yang Bisa Imbangi Irama Generasi Milenial


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler