Enthus Susmono Maju Lagi, Pesan Habib Begini

Sabtu, 16 September 2017 – 07:07 WIB
Enthus Susmono dan Umi bersama para kiai menyerahkan formulir pendafaran bakal calon bupati dan wabup Tegal ke PKB kemarin. Foto: Yerry Novel/Radar Tegal

jpnn.com, TEGAL - Bupati Tegal Enthus Susmono dan Wakilnya, Umi Azizah, akan berpasangan lagi maju di Pilkada 2018 mendatang.

Pasangan petahana ini menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Tegal di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tegal, Jumat (15/9) sore.

BACA JUGA: Terjerat Kasus Hukum, Bunda Sitha Tetap Diingat Warga Tegal

Saat menyerahkan berkas itu, pasangan yang kompak ini dikawal ribuan pendukungnya mulai dari Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Procot menuju Kantor PKB di Jalan KH Wahid Hazim Slawi.

Ribuan pendukung itu berasal dari PCNU, Muslimat NU, Banser, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU serta badan otonom (banom) NU lainnya. Warga Nahdliyin itu mengawal Enthus Susmono dan Umi Azizah dengan mengendarai sepeda motor, mobil pikup, dan kendaraan pribadi lainnya.

BACA JUGA: Ikut Aksi Tolak Full Day School, Bupati Enthus Berjanji Surati Jokowi

Selain itu, pasangan ini juga dikawal sejumlah ulama Nahdliyin, di antaranya Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Ustman, Habib Baghir, KH Marsuss Satori, KH Samsul Arifin, dan ulama besar asal Kabupaten Tegal lainnya.

Mengawali penyerahan pendaftaran, ulama Nahdliyin yakni KH Chambali Ustman, Habib Baghir, KH Marsuss Satori, dan KH Samsul Arifin, menyerahkan Enthus-Umi kepada Ketua Dewan Suro DPC PKB Kabupaten Tegal Habib Soleh Al Atos, didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi, serta pengurus DPC PKB lainnya.

BACA JUGA: Bupati Enthus Susmono Turunkan Pangkat Anak Buahnya, Wouw!

"Kami serahkan kader Nahdliyin kepada PKB untuk diperjuangkan agar bisa terpilih kembali menjadi bupati dan wakil bupati Tegal periode 2018-2023," kata KH Marsus Satori.

Habib Soleh mengatakan, antusias warga Nahdliyin terhadap Enthus-Umi sangat tinggi. Hal itu yang membuat PKB lebih bersemangat dalam memenangkan kembali pasangan petahana itu.

Namun, Habib Soleh berpesan agar Enthus-Umi tetap menjalankan amanah masyarakat Kabupaten Tegal dengan baik. Dia juga meminta untuk selalu berjuang demi membesarkan NU dan PKB.

"Saya acungi jempol kinerja Enthus-Umi. Kami siap memenangkan kembali," seru Habib Soleh yang pada Pilkada sebelumnya mengaku tidak mendukung pasangan Enthus-Umi.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi mengungkapkan, ada empat balon bupati dan wakil bupati Tegal yang telah mengambil formulir pendaftaran di PKB.

Empat balon tersebut sudah mengembalikan berkas pendaftaran. Usai tahapan pendaftaran, berkas balon akan diverifikasi dan dikirimkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

"DPP PKB juga membuka pendaftaran. Semua balon yang mendaftar baik di DPC dan DPP akan mengikuti fit and proper test ," kata ketua DPRD Kabupaten Tegal ini.

Firdaus menegaskan, rekomendasi akan turun dalam bentuk tertulis. Pihaknya meminta agar balon bersabar menunggu rekomendasi yang direncanakan turun pada awal Oktober 2017.

"Kami akan melakukan deklarasi sekaligus pelantikan pengurus DPC PKB pada Oktober 2017," pungkasnya.

Sementara, Enthus Susmono mengaku akan melanjutkan program Empat Cintanya jika dirinya terpilih kembali memimpin Kabupaten Tegal.

Program unggulannya itu yakni, cinta pelayanan publik, cinta produk lokal, cinta desa, dan cinta budaya. Ke depan, Enthus juga akan fokus pada ekonomi kerakyatan. Termasuk juga peningkatan infrastruktur jalan.

"Kita akan menekan investor supaya bersinergi dengan UKM (Usaha Kecil Menengah). Karyawan pabrik atau perusahaan juga dioptimalkan harus warga Kabupaten Tegal," kata Enthus.

Selain itu, Enthus juga akan melanjut Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat Desa Mandiri (PDPM-DM). Tiap desa, akan mendapatkan anggaran PDPM-DM dengan nominal yang variatif.

"Program itu akan terus dilanjut. Termasuk jambanisasi dan Bazda (Badan Amil Zakat Daerah)," ujarnya.

Menurut Enthus, PDPM dan Bazda sangat berarti bagi masyarakat Kabupaten Tegal. PDPM, lanjut Enthus, biasanya untuk peningkatan dan pembangunan desa supaya tidak kumuh.

Sedangkan Bazda, digunakan untuk membantu korban bencana alam. Misalnya, korban tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah.

"Untuk Bazda, dikelola oleh Bu Umi. Saya percaya dengan Bu Umi yang pandai mengelola keuangan," pungkasnya. (yer/ima/adv)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nusron Gali Program Islami Ahok-Djarot di Wayangan PDIP


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler