Epidemi Virus Corona Jauh Lebih Ganas Pengaruhi Respons Pasar Emas

Selasa, 04 Februari 2020 – 22:44 WIB
Ilustrasi emas. Foto : Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Branch Manager PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar Kezia Pingkan D Massie, mengatakan epidemi virus corona jauh lebih besar berbanding epidemi virus SARS dalam menghadapi respons pasar untuk saham emas berjangka.

"Epidemi corona lebih besar dibanding SARS yang terjadi pada 2002-2003 penurunannya 3.729 poin, tapi yang sekarang epidemik Corona untuk bulan Januari saja itu penurunannya 3.342 poin untuk emas berjangka," kata Kezia di Makassar, Selasa.

BACA JUGA: Curi Emas Demi Biaya Foya-Foya dan Main Perempuan

Dia mengatakan, dengan dua kasus epidemik itu dapat menjadi pembanding untuk epidemik SARS yang satu tahun dan Corona yang satu bulan saja itu lebih signifikan direspon pasar.

Dilihat dari selisih poin penurunan saham emas berjangka tersebut yakni 387 poin, artinya hampir seratus persen epidemi corona yang sebulan menyamai kondisi pasar ketika epidemi SAR yang terjadi dalam kurun setahun.

BACA JUGA: Wabah Virus Corona Berpotensi Rusak Stabilitas Ekonomi Indonesia

Hanya saja, lanjut dia, dari perkembangan terakhir World Health Organization (WHO), sudah mengeluarkan pemberitahuan bahwa secara mendasar pemerintah China sudah memberikan tindakan-tindakan untuk penanganan virus corona.

Menurut dia, naik turunnya poin tersebut setidaknya ditentukan empat pasar saham besar yakni Australia, Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

BACA JUGA: Masyarakat Tiongkok Pakai Aplikasi Mobile Deteksi Virus Corona

"Sehingga apa yang terjadi di Asia, tentu juga akan mempengaruhi saham di pasar lainnya," katanya sembari mengimbuhkan, namun diharapkan itu tidak terjadi sampai satu semester.

Optimistis ini dengan mencermati perkembangan di lapangan bahwa dengan penanganan yang optimal dilakukan China, indeks saham emas berjangka penurunannya pada awal Februari hanya berkisar 100 poin. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler