Erdogan Serukan Boikot Produk Prancis, Aksi Bela Islam atau Perang Dagang?

Selasa, 27 Oktober 2020 – 06:38 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP

jpnn.com, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan kepada warganya untuk memboikot produk Prancis serta mendesak pemimpin Uni Eropa untuk menghentikan agenda anti-Islam Presiden Emmanuel Macron.

"Seperti mereka yang mengatakan 'jangan membeli barang bermerek Turki' di Prancis, saya juga menyerukan kepada seluruh warga di sini agar tidak pernah membantu merek-merek Prancis ataupun membelinya," ujar Erdogan.

BACA JUGA: Luar Biasa, Megaproyek China di Malaysia Tidak Terdampak Pandemi Corona

Menurut badan statistik setempat, Prancis adalah negara pengimpor terbesar ke-10 bagi Turki, dan pasar terbesar ke-7 untuk produk ekspor negara dua benua tersebut.

Produk otomotif Prancis adalah salah satu yang mempunyai nilai penjualan mobil tinggi di Turki.

BACA JUGA: Inikah Pertanda Berakhirnya Kekuasaan Muhyiddin Yassin di Malaysia?

Sebelumnya pada Sabtu (24/10), Erdogan menyebut Macron mempunyai masalah dengan umat Muslim dan perlu melakukan pemeriksaan kejiwaan sebagai tanggapan atas pidato Macron yang dianggap menyuburkan Islamofobia.

Komentar tersebut membuat Prancis menarik duta besar mereka dari Ankara. Namun Erdogan kembali mengeluarkan komentar serupa pada Minggu (25/10) dan Senin ini.

BACA JUGA: Bus Bertenaga Hidrogen Mulai Beroperasi di Tiongkok, Ramah Lingkungan

Dalam pidatonya, Macron berjanji untuk memerangi separatisme Islam yang menurut dia mulai mengambil alih sejumlah komunitas Muslim di Prancis.

Ucapan Macron itu terkait dengan kasus pemenggalan seorang guru di Prancis oleh pemuda muslim berusia 18 tahun, setelah guru tersebut menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-murid di kelasnya atas dasar kebebasan berekspresi negara itu.

Turki dan Prancis merupakan anggota aliansi militer NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), namun keduanya berselisih dalam sejumlah isu, termasuk konflik di Suriah dan Libya, yurisdiksi kemaritiman di perairan Mediterania timur, serta konflik di Nagorno-Karabakh. (ant/dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Organisasi Indonesia Surati PBB, Tuntut Pengusutan Tuntas Asal-usul COVID-19


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler