Erma MPR: Ramadan Momentum Meninggalkan Perbedaan saat Pemilu

Senin, 04 Maret 2024 – 13:53 WIB
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Foto: source for JPNN

jpnn.com - BANYUMAS - Anggota MPR RI Siti Mukaromah mengingatkan bahwa Indonesia memiliki beragam kekayaan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya keberagaman tersebut perlu diikat dengan toleransi agar kebinekaan berjalan dengan rukun dan damai.

BACA JUGA: Perempuan Bangsa Dorong Perbaikan Perlindungan di Pesantren

Erma -panggilan Siti Mukaromah, menyampaikan hal itu saat sosialisasi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-undang Dasar 1945, di Banyumas, Minggu (3/3).

"Ramadan yang datang sebentar lagi, merupakan bulan suci yang bisa dijadikan momentum untuk memperkuat toleransi antarumat beragama," katanya.

BACA JUGA: Erma FPKB: PHE Punya Peran Besar Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Erma menuturkan, tidak hanya soal toleransi, tetapi juga sikap saling menghormati dan menghargai, serta nilai-nilai kejujuran.

"Toleransi bagi yang tidak berpuasa untuk tidak makan dan minum di hadapan orang yang berpuasa. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa melakukan hal itu," ujarnya.

BACA JUGA: Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Mengantisipasi Inflasi Menjelang Ramadan

Dia pun meminta kepada ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan sosialisasi, untuk melatih anak-anak di rumah untuk berpuasa.

"Biasakan anak sedari kecil untuk berpuasa, mengajarkan nilai kejujuran serta kemampuan dalam menahan hawa nafsu," katanya.

Menurut perempuan yang juga anggota Komisi VI DPR RI ini, Ramadan yang datang setelah momentum pemilu, makin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Erma juga mengingatkan bahwa Ramadan bisa dijadikan waktu untuk berbenah meninggalkan perbedaan pilihan yang ada saat pemilu.

"Mari, di Ramadan nanti dimanfaatkan untuk merajut kebersamaan kembali dan melepas perbedaan pilihan yang membuat silaturahmi mungkin agak renggang. Saatnya kebersamaan ini dimaksimalkan dan jangan lagi ada permusuhan," tutur Erma. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler