Eropa Panik, Minta AS Setop Tekan Korut

Sabtu, 02 September 2017 – 10:20 WIB
Vladimir Putin. Foto: sputnik international

jpnn.com, MOSCOW - Rusia dan Prancis meyakini Korea Utara tak main-main ketika menyatakan akan menyerang Guam dengan rudal nuklir. Karena itu, mereka mendesak agar krisis Semenanjung Korea diselesaikan di meja perundingan.

Kemarin, Jumat (1/9), kedua negara itu mengimbau semua pihak yang terlibat dalam krisis tetap berkepala dingin dan berhenti menekan Korut. Masyarakat Eropa khawatir, Korut semakin nekat jika ditekan.

BACA JUGA: Badai Mulai Reda, Datang Ancaman Gas Beracun

”Saat ini kami melihat Korut sebagai negara yang berambisi meluncurkan rudal berhulu ledak nuklir. Dalam hitungan bulan, semua itu akan menjadi kenyataan. Dan, saat mereka bisa menyerang AS dengan senjata nuklir, demikian juga Eropa dan Jepang serta Tiongkok. Situasinya akan menjadi sangat buruk,” tandas Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian ketika diwarancarai stasiun radio RTL.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan, Semenanjung Korea sudah berada di ambang perang. Tapi, tekanan terhadap Korut lewat gertakan militer atau ancaman sanksi tidak akan membuat negeri yang dipimpin Kim Jong-un itu melunak. Bisa jadi malah sebaliknya.

BACA JUGA: AS dan Korsel Main Perang-perangan, Korut Targetnya

Maka, dialog damai menjadi satu-satunya solusi. ”Masalah di kawasan itu hanya akan bisa diselesaikan lewat dialog langsung antar pihak-pihak yang berkonflik, tanpa ada syarat apa pun,” tegas Putin.

Dia menyatakan, segala bentuk upaya untuk menekan Korut atau membuat Jong-un melupakan ambisi nuklirnya justru akan menggiring semua pihak pada jalan buntu. Dan, jika itu terjadi, perdamaian di Semenanjung Korea terancam.

BACA JUGA: Ini Bukti Pencitraan Adalah Segalanya bagi Presiden Donald Trump

Putin mengimbau AS, Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Korut untuk segera duduk bersama di meja perundingan. ”Sebaiknya, semua pihak yang berkonflik mengikuti saran kami untuk bermediasi,” ujarnya.

Sejak Semenanjung Korea tegang, Rusia dan Tiongkok menggagas program mediasi bagi Korut dan AS serta sekutunya. Namun, tidak ada tanggapan serius terhadap tawaran Moskow dan Beijing tersebut.

Sementara itu, AS sudah menerapkan larangan bepergian ke Korut bagi seluruh warganya. Kebijakan yang muncul pasca kematian Otto Warmbier tersebut mengandung sanksi tegas.

Siapa pun yang melanggar akan dijerat dengan pasal pidana. Bukan hanya itu, pemerintah juga akan mencabut paspor para pelanggar. ”Semua itu demi keamanan dan keselamatan rakyat AS sendiri,” tegas Jubir Departemen Luar Negeri AS. (AFP/Reuters/BBC/hep/c25/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kim Jong-un: Kami Baru Pemanasan


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler