Fadel-Ical Panen Lobster di Bogor

Minggu, 10 April 2011 – 04:13 WIB

BOGOR - Di tengah pesatnya impor ikan ilegal yang merugikan nelayan lokal, petani lobster Ciseeng justru unjuk gigi dengan merayakan panen perdana bersama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhammad dan Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga HartartoPanen dilaksanakan di tambak milik Kelompok Tani Mina Karya di Desa Cogrek, Kecamatan Ciseeng, Bogor.

Panen perdana lobster air tawar ini merupakan upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 dan DPP Partai Golkar untuk menumbuhkembangkan bisnis perikanan darat

BACA JUGA: Tidak Hanya PSSI, PKB Juga Perlu Normalisasi

Kerjasama tiga lembaga ini menghasilkan 6.000 ekor lobster yang layak konsumsi dari tambak ujicoba tersebut.

Fadel Muhammad mengatakan, pemerintah sangat antusias membantu pengembangan usaha perikanan darat
Menurut mantan Gubernur Gorontalo itu, program Minapolitan (wilayah perikanan) menuntutnya kerja ekstra keras dengan turun langsung ke daerah pedesaan.

"Kita turun ke desa, kita lihat potensinya dan kita beri bantuan permodalan yang memang diperlukan

BACA JUGA: UU ITE Lebih Kejam dari KUHP

Semua ini dilakukan agar potensi perikanan darat di daerah bisa berkembang," ujar kader Partai Golkar ini.

Untuk membuktikan janjinya, Fadel menggelontorkan Rp1 miliar kepada sepuluh kelompok tani yang dianggap potensial
"Pemerintah membantu Rp100 juta untuk satu kelompok tani yang kami anggap punya potensi bagus

BACA JUGA: Foke Terganjal Jelang Pilkada DKI Jakarta

Mudah-mudahan bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk keperluan usaha," kata Fadel.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie memberikan apresiasi kepada petani lobster Bogor binaan Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 yang sukses menyelenggarakan panen perdanaPria yang akrab disapa Ical ini berharap, usaha ini bisa terus berkembang dalam membantu kesejahteraan masyarakat desa.

Soal bantuan finansial, Ical mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) guna mempermudah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada para petani lobster"Saya sudah telepon Pak Sofyan (Direktur Utama BRI Sofyan Basir, red) untuk membantu menyalurkan KUR ke petani ikan di siniAlhamdulillah beliau merespons baikSenin pekan depan (11/4) saya ketemu beliau," kata mertua artis Nia Ramadhani itu.

Ical berharap dana bantuan pemerintah dan KUR bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinyaTidak digunakan untuk hal-hal lain di luar bisnis perikanan ini"Satu lobster jantan bisa dikawinkan dengan lima betinaTapi bapak-bapak jangan mau menikah dengan lima wanita lagiJangan untuk beli mobil, cat rumah atau yang lainnya," ujar Ical yang langsung disambut tawa undangan.

Sementara itu, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan, dewan akan mengawasi impor ikan ilegal yang benar-benar sangat menyengsarakan rakyatDia tak ingin masuknya 200 kontainer ikan kembung ilegal dari Cina dan 5.000 ton dari Thailand kembali terjadi.

"Bayangkan harga ikan kembung impor hanya Rp5.000 per kilo, sedangkan ikan dari nelayan lokal dijual Rp15.000Mana mungkin nelayan lokal bisa bersaing," kata fungsionaris DPP Partai Golkar itu(man)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPD Dorong Amandemen UUD Pada 2012


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler