Fadel Muhammad Kecam Malaysia

Polisi Malaysia Sandera Tiga Petugas DKP

Senin, 16 Agustus 2010 – 06:02 WIB
Tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Batam yang ditangkap Malaysia. Foto : Batam Pos/JPNN

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengecam keras penangkapan anak terhadap tiga buahnya di Kepulauan Riau oleh satuan Polisi Diraja MalaysiaPadahal menurut Fadel, berdasarkan laporan dari lapangan bahwa apa yang dilakukan oleh petugas DKP sudah benar

BACA JUGA: Susu Tak Bikin Payudara Tumbuh



Mereka malam itu sedang bertugas dan berhasil menangkap nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia
"Mereka kurang ajar dan memasuki teritori kita, sebagai petugas wajib keras terhadap hal itu," kata Fadel.

Mantan Gubernur Gorontalo itu mengatakan, saat ini KKP sedang mengirim tim untuk menuntaskan kasus ini

BACA JUGA: Perbatasan RI-Malaysia Kembali Memanas

Sebab, jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk di masa mendatang
Fadel menerima laporan bahwa ketiga petugas itu kini diamankan di Johor Bahru

BACA JUGA: Perang Geng Narkotika Tewaskan 28.000 Orang

"Saya sudah langsung kirim orang ke Johor dan minta diselesaikan," terang dia.

Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Aji Sularso membenarkan terjadi penembakan dalam proses penangkapan petugas ituNamun, penembakan itu tidak ditujukan kepada petugas dan hanya tembakan peringatan.

"Tidak ada penembakan terhadap petugas kitaTapi hanya tembakan peringatan saja kepada petugas yang sedang berpatroli," katanyaMenko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, pemerintah akan menempuh jalan diplomasi untuk menyelesaikan masalah di penangkapan tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh kapal patroli Malaysia

"Ini sedang diselesaikan antarkedua negaraMenlu sudah bekerja, kementerian DKP juga sedang bekerja untuk menyelesaikan masalah itu," kata Djoko di Istana Negara, Jakarta, kemarinDjoko mengatakan, presiden telah mengetahui peristiwa tersebut, dan berharap diselesaikan dengan cara baik-baik"Nanti kita ikuti prosesnya," kata Djoko.

Panglima TNI Djoko Santoso mengatakan, TNI AL juga tengah membantu menyelesaikan"Kita telah mengambil langkah-langkah penyelesaiannya," kata Panglima, tanpa menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq ikut memberi respon keras atas tindakan patroli Malaysia yang menembaki kapal patroli DKP di wilayah perairan Indonesia"Ini bukan lagi wujud provokasi, tapi sudah konfrontasi," kata MahfudzMenurut dia, pemerintah Indonesia harus segera bertindak mengumpulkan fakta dan buktiDari sana, Mahfudz meminta Kemenlu mengajukan protes resmi"Pemerintah Malaysia harus meminta maaf kepada pemerintah Indonesia," ujar politisi PKS itu.

Mahfudz menegaskan, peristiwa tersebut kembali menunjukkan keangkuhan Malaysia terhadap IndonesiaPemerintah Malaysia, imbuh Mahfudz, harus diingatkan agar tidak terus memupuk sikap ketidaksukaan dan permusuhan"Saya khawatir pada saatnya ini bisa menjadi bom waktu bagi hubungan kedua bangsa dan negara serumpun ini," tandas Mahfudz(sof/zul/pri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Obama Dukung Masjid Dekat Ground Zero


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler