“Ya optimis
BACA JUGA: Golkar Persoalkan Penjualan Matahari Dept Store
Laut kita jauh lebih luas dari ChinaMenurut mantan Gubernur Gorontalo ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpinnya telah membuat program untuk mengantisipasi dampak negatif perdagangan bebas CAFTA dengan cara meningkatkan pengawasan dan pengendalian impor hasil perikanan
BACA JUGA: Obama Jajaki Kerjasama Investasi
Karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyusun menyusun Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan tentang pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.Langkah berikutnya membentuk tim pemantauan implementasi CAFTA, serta mengkampanyekan secara masal dan berlanjut tentang promosi cinta produk dalam negeri
BACA JUGA: Disiapkan Kebutuhan Angpao Rp8,1 T
“Budidaya laut dan budidaya rumput laut kita jauh lebih unggul,” tambahnya.Kementerian Kelautan dan Perikanan, lanjutnya, juga akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budidaya ikanBahkan Fadel menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.
Dalam APBN-P, untuk tahun 2010, kementerian telah menganggarkan Rp400 miliar untuk pengembangan budidaya ikanSesuai rencanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan juga akan memfokuskan anggaran ke budidaya ikanKementrian tersebut akan meminta tambahan anggaran sebesar Rp 1,6 triliunDengan demikian, Fadel berharap pada tahun 2015, Indonesia akan menjadi produsen ikan besar di dunia.
Sementara untuk pemasaran produk perikanan, Indonesia akan meluaskan pangsa pasar ikan hingga ke Timur TengahSebelumnya, produk ikan Indonesia dipasarkan di Eropa, Jepang, dan Amerika.(lev/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Stimulus Fiskal Mampu Atasi Krisis
Redaktur : Antoni