Fadli Zon: Diplomasi Politik Luar Negeri Tak Bisa Cuma Pakai Smartphone

Jumat, 16 Agustus 2019 – 18:56 WIB
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR, Jakarta, Jumat (16/8). Foto : Ricardo/JPNN.com Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan dalam menjalankan fungsi diplomasi politik luar negeri, DPR tidak bisa hanya menggunakan smartphone.

Hal itu dia tegaskan menjawab sindiran Presiden Joko Widodo alias Jokowi kepada eksekutif dan legislatif agar mengurangi kunjungan ke luar negeri. "Ya diplomasi bagaimana (mau diganti pakai smartphone)?" kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8).

BACA JUGA: Fadli Zon Anggap Kajian Pemindahan Ibu Kota Masih Mentah

Fadli menegaskan parlemen di seluruh dunia melakukan diplomasi politik luar negeri. Mereka berkunjung ke negara lain melakukan pertemuan. "Kalau pemerintah kan punya Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar RI sebagai ujung tombak," ujar wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

BACA JUGA: Jokowi Sindir Eksekutif dan Legislatif yang Suka Kunker ke Luar Negeri

BACA JUGA: RAPBN 2020: Anggaran Pendidikan Tembus Rp 500 Triliun

Fadli menuturkan, DPR sekarang ini tidak ada lagi studi banding. Yang ada, kata dia, adalah diplomasi parlemen dan kunjungan kerja.

Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu menegaskan, persoalan ini sudah diatur di dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3). "Saya kira setuju kalau mau lakukan efisiensi di level eksekutif. Kalau di level DPR ada diplomasi parlemen memang," katanya.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: Ibu Kota Lebih Baik Dipindah ke Teluk Jakarta

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan eksekutif untuk melakukan efisiensi anggaran. Salah satunya adalah tidak sering melakukan kunjungan ke luar negeri. “Untuk apa studi banding ke luar negeri, padahal informasi yang ingin didapat semua ada di smartphone,” kata Jokowi disambut tepuk tangan dalam Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).

Jokowi lantas memperlihatkan telepon seluler. Jokowi menegaskan bahwa mau ke Amerika Serikat, Rusia, Jerman, semua ada di smartphone semua. “Mau ke Amerika ada di sini semua, mau ke Rusia, ada di sini semua. Mau ke Jerman, di sini sudah ada semuanya," ungkap Jokowi dalam sidang yang dipimpin Ketua DPD Oesman Sapta Odang itu.

Dia menegaskan, hal ini bukan hanya relevan untuk eksekutif, tetapi juga legislatif. Sontak, pernyataan yang dilontarkan Jokowi sembari tersenyum ini mendapat tepuk tangan. “Saya kira ini juga relevan untuk bapak, ibu anggota dewan,” ungkap orang nomor satu di Indonesia ini. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sidang Tahunan MPR: Pidato Jokowi Penting Buat Perangkat Desa


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler