Fadli Zon Sebut Indonesia Lemah Dalam Pelindungan Data Warga, Seperti Negara Tak Bertuan

Senin, 12 September 2022 – 18:09 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4). Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon menilai institusi pemerintah masih lemah dalam melindungi data pribadi dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan menjaga keamanan siber.

Dia mengatakan itu saat ditanya tentang aksi peretas bernama Bjorka yang mudah menyebarkan data pribadi milik pejabat pemerintah Indonesia.

BACA JUGA: Bjorka Klaim Retas Dokumen Rahasia untuk Presiden, Johnny Menanggapi Begini

"Ini ada suatu kelemahan di dalam lembaga instutusi terkait yang seharusnya bertanggung jawab terhadap proteksi terhadap keamanan siber," kata Fadli Zon ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/9).

Waketum Gerindra itu menyebut Indonesia dalam konteks keamanan siber, memang memiliki Kemenkominfo dan BSSN.

BACA JUGA: Fadli Zon Sebut Agenda P20 di Indonesia Angkat 4 Isu Prioritas

Namun, Fadli Zon merasa heran aksi peretasan tetap berlangsung dan pembobolan data pribadi WNI masih terjadi.

"Sepertinya negara kita dalam konteks dunia siber ini seperti terra incognito, seperti negara tak bertuan. Mudah sekali diretas," ujar Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) itu.

BACA JUGA: Peretas Bjorka Dicari Polisi, Ringgo Agus Rahman: Tolong..

Fadli Zon meminta pemerintah Indonesia membuat sebuah sistem agar keamanan siber kuat dan tidak mudah diretas individu atau kelompok.

"Kalau dahulu perang fisik, sekarang cyber war, seharusnya ada persiapan. Masa berlalu begitu saja," tegasnya.

Sebelumnya, peretas Bjorka mengeklaim sudah membocorkan data milik Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua DPR Puan Maharani, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (ast/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler