Fahri Hamzah Minta Menteri Agama Pahami Makna Toleransi

Minggu, 14 Juni 2015 – 16:28 WIB
Fahri Hamzah. Foto: twitter

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin lebih memahami makna kata toleransi yang bermakna umum dan tidak hanya ditujukan kepada satu kelompok saja. 

Pernyataan Lukman soal umat yang berpuasa harus bertoleransi kepada umat yang tidak berpuasa menurut Fahri, menunjukkan kegagalan pemahaman menteri agama akan makna toleransi.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Warga NU Doakan Jokowi Agar...

"Semua umat harusnya bertoleransi kepada umat lainnya. Toleransi harus dituntut pada semua orang karena toleransi adalah universal. Tidak bisa toleransi hanya ditujukan pada satu umat saja, seperti yang tersirat dari pernyataan menteri agama terhadap orang berpuasa bertoleransi pada yang tidak berpuasa," kata Fahri ketika dihubungi, Minggu (14/6).

Contohnya lanjut Fahri, saat di sebuah musala sedang melaksanakan sholat berjemaah, sementara di sebelah musala ada yang ingin bermain musik, maka bukan orang yang melaksanakan sholat berjemaah yang harus bertoleransi kepada orang yang ingin main musik, tapi justru sebaliknya.

BACA JUGA: Ini Tempat Daftar Angkutan Sepeda Motor Gratis

"Yang namanya toleransi beragama itu adalah umat yang tidak melaksanakan menghormati umat yang sedang melaksanakan ibadah. Bukan sebaliknya. Toleransi dalam beribadah itu sangat berkaitan dengan suasana umum. Di Bali, ketika hari raya Nyepi, semua umat, termasuk umat Islam menghormati masyarakat Bali yang sedang merayakan dengan mematikan lampu dan tidak berkegiatan dan bukan sebaliknya kan?" jelas Fahri.

Kalau ada warung makan yang buka di bulan Ramadan dan ada orang yang membutuhkan makan di bulan puasa, kata Waeskjen PKS ini, tidak masalah. Tapi hendaknya itu tidak dilakukan dengan cara yang sangat ekspresif karena akan melukai hati umat yang sedang berpuasa.

BACA JUGA: Menteri Yuddy Kagumi Unit Layanan Pemkab Sragen

"Warung tidak perlu tutup tapi jangan ekspresif juga. Apalagi kalau kita mengambil hikmah dari peribadatan agama, puasa itu makna besarnya mengistirahatkan lahir batin dari kehidupan rutin dan mencegah hawa nafsu punya makna universal untuk bangsa yang materialisme untuk introspeksi," imbuhnya. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Atlet Cantik Ini Ancang-ancang Bisnis Kuda


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler