Fahri: Pak Jokowi Bingung Pilih Cawapres, Jokowi-JK Lagi?

Jumat, 20 Juli 2018 – 20:31 WIB
Pasha Ungu bersama Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla di Istana Negara. Foto: Instagram/pashaUn8u_vm

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkap adanya informasi bahwa Presiden Joko Widodo sedang kebingungan dalam memilih calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi di Pilpres 2019.

Hal ini diungkap Fahri, ketika dimintai tanggapan soal upaya Partai Perindo menggugat aturan di UU Pemilu yang mengganjal Jusuf Kalla kembali diusung sebagai cawapres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

BACA JUGA: Pak Jokowi, Tolong Jangan Ikuti Keinginan Wiranto Ini

"Ya saya dengar Pak Jokowi binggung, calonnya kalau diambil satu bisa berantem, bisa-bisa dia enggak dapat pendukung. Terutama antara Golkar dan PDIP, kalau ditambah tiga, Golkar, PDIP, PKB," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (20/7).

Paling berat menurut Fahri, perebutan antara Golkar dengan PDIP. Partai pimpinan Airlangga Hartarto merasa bila tidak punya calon di Pilpres 2019, bisa-bisa partainya habis di pemilu legislatif (pileg) mendatang.

BACA JUGA: Bisa Jadi Ini Sebab Jokowi Mencicil Pengumuman Nama Cawapres

"Anda bayangkan saja Jokowi itu kan affiliate-nya itu PDIP, sementara PDIP ada masalah karena Pak Jokowi itu tidak sepenuhnya mau menjadi petugas partai. Akhirnya diklaim oleh Nasdem, Golkar secara kuat itu dan itu membuat dia (Jokowi) merasa terbebani," tutur politikus PKS ini.

Dalam perebutan partai-partai pendukungnya itu menjelang pemilu, kata Fahri, Jokowi berpikir bahwa JK bisa menjadi solusi agar koalisinya tidak berantem satu sama lain. Maka itu proses judicial review (JR) dalam rangka memuluskan pasangan Jokowi-JK untuk periode kedua.

BACA JUGA: Fahri Sebut Jokowi Bingung dan Ogah Jadi Petugas Partai Lagi

"Ini yang mau di-JR supaya larangan dua kali berturut-turut itu kepada paket. Jadi kalau paketnya itu Jokowi-JK masih oke, karena waktu itu Pak JK-nya dengan SBY-JK, itu yang diupayakan. Saya kira ini kekhawatiran Pak Jokowi karena partai-partai itu berantem juga," pungkasnya. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PKS Disarankan Tak Ikut Bertarung di Pilpres


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler