Faisal Basri: PLN Pakai Seluruh Utang untuk Investasi

Kamis, 17 Juni 2021 – 15:02 WIB
Petugas PLN sedang mengecek meteran listrik. Foto: dok PLN

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Faisal Basri menilai PT PLN (Persero) mengelola utang dengan baik.

Dia mengatakan peningkatan jumlah utang PLN jauh di bawah investasi dan nilai aset BUMN itu.

BACA JUGA: PLN Kucurkan Rp 38 Miliar untuk Terangi 11 Desa Terpencil di Kepulauan Riau

Faisal menyebut PLN mencatatkan utang Rp 451 triliun pada 2020 atau turun Rp 2 triliun dibanding 2019.

“Utang PLN tidak dipakai untuk berfoya-foya. Hampir semua dipakai untuk investasi. Hanya sebagian kecil untuk menjaga cashflow (arus kas),” ujarnya.

BACA JUGA: Tiba di Stasiun Bogor, Jokowi Langsung Memberikan Arahan Kepada Menkes

Dia menyimpulkan itu karena PLN mencatatkan penambahan utang Rp 199 triliun pada periode 2015-2020.

Sebaliknya, nilai investasi PLN pada periode yang sama mencapai Rp 448 triliun, lebih banyak dibanding keseluruhan penambahan utang di periode 2015-2020.

BACA JUGA: 3 PSK di Dalam Penginapan, 1 Wanita Lagi Begituan Sama Lelaki, Ada Suami Istri

Wujud investasi itu antara lain penambahan aset berupa pembangkit total 10.000 megawatt, transmisi sepanjang 23.000 kilometer sirkuit, dan gardu induk total 84.000 MvA.

Faisal mengatakan bagi masyarakat manfaat investasi PLN dirasakan dalam bentuk peningkatan rasio elektrifikasi. Dari 88,3 persen menjadi 99,2 persen. Dengan kata lain, hampir seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau layanan kelistrikan dari PLN.

“PLN ini BUMN aset terbesar, sampai April 2021 mencapai Rp 1.599,5 triliun. Harus kita jaga bersama-sama. Tidak ada BUMN lain dengan aset sebesar ini,” kata Faisal.

Pernyataan Faisal dikuatkan laporan keuangan PLN dan sejumlah BUMN. BRI dan Bank Mandiri punya aset masing-masing Rp 1.387 triliun dan Rp 1.001 triliun. Sementara Pertamina Rp 984 triliun.

Adapun aset BNI dan BTN masing-masing bernilai Rp 709 triliun dan Rp 297 triliun. BUMN lain beraset total di bawah PLN, Pertamina, dan empat bank pemerintah tersebut.

Investasi PLN, lanjut Faisal Basri, bisa lebih besar dari utang karena sumber dananya tidak hanya pinjaman.

Sebagian investasi PLN didanai dari kas internal dan penambahan modal. Investasi dari kas internal dimungkinkan karena PLN masih mencatatkan keuntungan.

Dia salut dengan tata kelola keuangan PLN yang tetap untung meski harga listrik tidak naik sejak 2017. Padahal, sumber pendapatan PLN hanya dari menjual daya.

"Ongkos naik terus, harga tidak boleh dinaikkan,” ujarnya.

Pendapatan PLN bisa naik karena jumlah pelanggan memang bertambah dari 61 juta menjadi 79 juta. Meski menambah pendapatan, peningkatan pelanggan juga menaikkan biaya produksi. Sebab, kata Faisal, makin banyak pelanggan harus dilayani.

"Penyambungan kabel, penyediaan energi primer, semua butuh biaya,” kata dia. (dkk/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PLN   Faisal Basri   BUMN   BRI   Bank Mandiri   Pertamina  

Terpopuler