Faisal Basri Sebut Orang Miskin Karena Harga BBM Naik Hanya Mitos

Minggu, 07 September 2014 – 20:29 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri mengatakan bahwa masyarakat selama ini salah mengerti tentang dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, masyarakat miskin justru tidak banyak terdampak oleh berkurangnya subisidi BBM.

"Orang miskin karena BBM itu mitos," kata Faisal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (7/9). Dijelaskannya, sebagian besar orang miskin di Indonesia tinggal di wilayah pedesaan.

BACA JUGA: Subsidi Justru Membuat Kelas Menengah Paling Rugi

Karena itu, komponen yang paling berpengaruh terhadap biaya hidup mereka adalah beras dan bukan BBM. Bahkan, lanjutnya, harga rokok lebih berpengaruh terhadap beban hidup masyarakat kelas bawah dibanding BBM. Pasalnya, mereka lebih banyak mengkonsumsi rokok dibanding bensin.

"Jadi kalau mau membantu orang miskin itu, ya rokok dan beras saja. Turunkan harga beras, naikan cukai untuk jauhkan orang miskin dari rokok," jelasnya.

BACA JUGA: HET Elpiji 3 Kilogram Diusulkan Naik

Meski begitu, lanjut pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta ini, bukan berarti subsidi BBM tidak memiliki dampak sama sekali terhadap kaum miskin. Sebab, bagaimanapun kenaikan BBM pasti akan tetap memberatkan bagi kalangan ekonomi lemah.

"Tapi subsidi BBM ini sudah seperti kanker, dan kanker cuma bisa disembuhkan dengan khemoterapi. Jadi pasti pahit dulu buat semua baru bisa sehat," pungkas Faisal.(dil/jpnn)

BACA JUGA: Dobel Track Selatan mulai 2015

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pencabutan Subsidi BBM untuk Ekonomi Indonesia Lebih Maju


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler