Ferdinand: Target Akhirnya Supaya Kaos sehingga Jokowi Bisa Dijatuhkan

Sabtu, 31 Juli 2021 – 02:50 WIB
Ferdinand Hutahaean menduga usulan lockdown hanya untuk menciptakan kekacauan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Eks politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menduga pihak-pihak yang getol mengusulkan lockdown guna menekan penularan Covid-19, hanya ingin menimbulkan kekacauan.

"Dugaan saya, target akhir dari para pengusul lockdown itu, ya, supaya kondisi kacau, kaos sehingga dengan begitu mudah menjatuhkan Jokowi. Ini akal-akalan politisi saja," ucap Ferdinand Hutahaean kepada JPNN.com, Jumat (30/7).

BACA JUGA: Tempat Isoman Anggota DPR di Hotel Berbintang, Ferdinand Minta Mbak Puan Melakukan Ini

Dia mengatakan untuk memberlakukan lockdown di negara seluas Indonesia tidak mudah.

Apalagi, katanya, ada yang mengusulkan lockdown dan rakyat cukup dikasih bantuan Rp 1 juta per keluarga tiap bulan.

BACA JUGA: Junaidi dan 7 Rekannya Dituntut Mati, Tak Ada yang Meringankan

Sulitnya penerapan lockdown menurutnya sudah tergambar dari kebijakan pembatasan yang telah dan sedang berlangsung.

"Tidak mudah, disuruh membatasi kegiatan di rumah ibadah saja sudah ribut, bagaimana mau lockdown?" ucap Ferdinand.

BACA JUGA: Polisi Membeber Pekerjaan WS, Penjual Tabung Oksigen Hasil Modifikasi Apar, Oalah

Oleh karena itu, eks ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) itu mengimbau para pengusul lockdown untuk mengatasi pandemi Covid-19, agar menuruti pemerintah.

"Lagi pula, masa (biaya) hidup rakyat cuma satu juta per bulan? Ya, tidak cukuplah. Jadi, itu cuma usulan seperti memberi gula kepada orang diabetes. Manis, tetapi membunuh," pungkas Ferdinand Hutahaean.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan selalu memperhatikan semua aspek dalam pengendalian Covid-19.

Dia menyebut sisi kesehatan ditangani dan di saat yang sama aktivitas perekonomian dibuka perlahan.

Jokowi menilai PPKM Darurat yang diambil pemerintah beberapa waktu lalu merupakan kebijakan semi-lockdown.

Eks gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, pemerintah tidak mengambil opsi penerapan lockdown seperti di negara lain.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada para pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7).

"Kemarin yang namanya PPKM Darurat itu, kan, namanya semi-lockdown. Itu masih semi saja, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit minta untuk dibuka," ucap Jokowi.

"Saya kira bapak, ibu, juga sama mengalami hal yang sama, kan? Kalau lockdown, bisa dibayangkan dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai," lanjut Presiden Ketujuh RI itu. (fat/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler