Ferrari Cepat tapi Belum Menakutkan

Minggu, 11 Maret 2018 – 12:12 WIB
Kimi Raikkonen. Foto: crash

jpnn.com, BARCELONA - Tes pramusim Formula 1 berakhir. Apapun hasil dari uji coba tersebut, semuanya akan tetap ditentukan di seri pertama GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne 25 Maret nanti.

Ferrari menutup seluruh rangkaian uji coba pramusim sebagai yang tercepat. Secara keseluruhan Skuat Kuda Jingkrak tersebut mengantarkan dua pembalapnya naik ke puncak daftar pembalap tercepat. Kimi Raikkonen melibas Circuit de Barcelona, Catalunya sebanyak 157 lap tanpa masalah pada hari terakhir. Berdiri sebagai pemuncak pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 17,221 detik.

BACA JUGA: Tes Pramusim Formula 1 2018 Dikuasai Kimi Raikkonen

Meski tercepat di hari terakhir, catatan waktu pembalap Finlandia tersebut belum mampu melampaui rekor lap yang sudah ditorehkan oleh rekan satu timnya sendiri Sebastian sehari sebelumnya, 1 menit 17,182 detik. Vettel juga menjadi pembalap paling “sibuk” di Barcelona dengan menyelesaikan 425 lap.

Namun sebagai pembalap berpengalamanVettel tak lantas jemawa dengan hasil tersebut. ''Saya rasa salah jika menyimpulkan (performa Ferrari) hanya dari catatan waktu. Masih banyak faktor yang musti dipertimbangkan,'' ucapnya dilansir Motorsport.

BACA JUGA: Musim Tepat Buat Fernando Alonso Bertarung Naik Podium F1

Vettel benar. Apalagi jika melihat catatan waktu terbaik dua pembalap Ferrari diraih menggunakan ban paling lunak hypersoft. Selain itu, sepertinya Mercedes dan Red Bull memang sengaja tak mengumbar power mesin mereka hanya untuk mengejar catatan waktu satu lap. Mereka lebih berfokus pada long run.

Misalnya, duo Mercedes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas yang meraih catatan waktu terbaiknya dengan menggunakan ban lebih keras, ultrasoft. Atau bintang bintang Red Bull Max Verstappen yang bahkan hanya menggunakan ban soft untuk mengejar catatan waktu tercepatnya.

BACA JUGA: Lewis Hamilton Beri Peringatan Keras Buat Sebastian Vettel

Meski begitu, Kimi Raikkonen percaya diri dengan paket mobil baru Ferrari SF71H. Mesinnya sangat tangguh karena Ferrari menjadi tim kedua yang paling banyak mencatat jumlah lap, yakni 929 putaran. Sementara yang terbanyak tetap Mercedes dengan 1.039 putaran. ''Kini tinggal melihat bagaimana mobil kami bisa beradaptasi dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya,'' imbuhnya.

Wartawan sempat menanyakan keyakinan Ferrari mampu meraih pole position Melbourne dua pekan ke depan. Meski agak diplomatis, Raikkonen punya kepercayaan diri tinggi. ''(Di Barcelona) kalau kami mau melaju lebih kencang kami bisa saja. Tapi itu tidak relevan dilakukan di sini, kita tunggu di Melbourne,'' yakinnya.

Hamilton sendiri tak terlalu takut dengan rekor lap yang ditorehkan Sebastian Vettel. Satu sesi yang paling menentukan dalam babak kualifikasi adalah Q3. Karena pada sesi tersebut semua tim mengisi tangki bahan bakarnnya dengan jumlah yang sangat minim. ''Sejauh ini (selama uji coba pra musim) kami bahkan belum pernah mengisi tangki bahan bakar dengan volume yang sama seperti saat kualifikasi,'' ungkap Hamilton.

Karena itu, Mercedes justru khawatir dengan kemungkinan perlawanan dari Red Bull. Dalam uji coba Barcelona, mereka terkesan tak mengeluarkan seluruh potensi mobilnya. ''Saya rasa (pertarungan) akan terjadi di antara kami bertiga (plus Ferrari),'' yakin Bos Mercedes Toto Wolff.

Dari dua pekan uji coba pramusim di Barcelona Mercedes, tim yang menunjukkan ketangguhan mesinnya, masih merasa khawatir dengan hasil tersebut. Menurut Direkur Teknis Mercedes James Allison, 1039 lap atau setara 4.841 kilometer belum cukup untuk memastikan bahwa semua elemen utama mesin bekerja dengan baik. Karena jarak tersebut belum setara dengan masa pemakaian satu elemen utama.

Seperti diketahui, sejak musim 2018 aturan baru pembatasan penggunaan enam elemen utama mengalami pengetatan. Masing-masing pembalap hanya boleh menggunakan internal combustion engine (ICE) tiga unit per musim.

Jumlah yang sama untuk MGU-H dan turbocharger. Sementara masing-masing hanya dua unit MGU-K, energy stores (ES), dan control electronics (CE) dari yang sebelumnya empat. Penggunaan eleman utama mesin tersebut melebihi batas maksimal bakal diganjar penalti grid.

''Waktu tes yang cuma delapan hari sangat pendek untuk menjajal semua itu. Apalagi ada hari dimana kami tidak bisa maksimal,'' ungkapnya. Meski begitu Allison menganggap situasi yang sama juga dialami semua tim. (cak)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Formula 1 2018: Mercedes Bayar Entry Fee Rp 70,6 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Ferrari   F1  

Terpopuler