BACA JUGA: Sharapova Bentrok dengan Li Na
Jika sebelumnya tuan rumah dipilih Komite Eksekutif FIFA, maka ke depannya akan dipilih oleh semua negara anggota FIFA (208 anggota).Hal itu diungkapkan Presiden FIFA Sepp Blatter berkaca dari kontroversi pemilihan tuan rumah PD 2018-2022
BACA JUGA: Atur Skor dengan Modus Memberi Obat Tidur
"Dari pemilihan Piala Dunia-lah semua kritik dan masalah yang menyerang FIFA dimulai"Ke depannya, komite eksekutif hanya akan membuat daftar dan yang menentukan siapa tuan rumah adalah kongres," sambungnya.
Sebagai catatan, proses pemilihan tuan rumah PD dalam sejarah awal memang ditentukan melalui kongres dan itu berlangsung sampai PD 1974
BACA JUGA: Alberto Contador, Juara Giro dItaly di Tengah Masalah Doping
Baru pada PD 1986, prosesnya diubah dengan ditentukan lewat komite eksekutif.Hanya, dari pernyataannya kemarin, Blatter tidak memberi indikasi apabila status Qatar sebagai tuan rumah PD 2022 bakal dicabut alias dilakukan pemilihan ulangQatar memang diduga melakukan praktek suap agar terpilih sebagai tuan rumah even empat tahunan itu kali pertama.
Sinyal menggelar pemilihan ulang sebelumnya disuarakan AustraliaNegeri Kanguru itu merupakan satu dari lima negara yang ikut dalam pencalonan, tapi langsung gugur di putaran pertama setelah hanya didukung satu suaraTiga negara lainnya adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan (Korsel).
Di sisi lain, pernyataan Blatter tentang perubahan proses pemilihan tuan rumah PD juga dipertanyakanSebab, kemungkinan baru terealiasinya perubahan itu adalah pada edisi PD 2026 alias paling cepat diputuskan pada 2018Padahal, pada saat itu, kepengurusan Blatter sudah berakhir(dns/ito/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dominasi Big Three Heat
Redaktur : Tim Redaksi