Filipina Beri Lampu Hijau untuk Vaksin Amerika, Bagaimana dengan Sinovac?

Kamis, 14 Januari 2021 – 18:43 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. jamur Cordyceps diklaim berpotensi menjadi antivirus. Tanaman ini bersiap untuk dilakukan uji klinis.Foto: Daily Sabah

jpnn.com, MANILA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Filipina mengizinkan penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech. Vaksin buatan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menjadi yang pertama direstui oleh negara dengan salah satu kasus tertinggi COVID-19 di Asia.

Kepala FDA Rolando Enrique Domingo mengatakan vaksin Pfizer-BioNTech, yang menunjukkan tingkat keberhasilan 95 persen, ampuh mencegah COVID-19, yang telah menjangkiti hampir setengah sejuta orang di Filipina.

BACA JUGA: Saudi Arabia, Mesir Hingga Filipina Bakal Pesan Vaksin Sputnik V, Bagaimana Indonesia?

"Manfaat penggunaan vaksin melebihi risiko yang diketahui dan potensi risiko," katanya saat konferensi pers, menambahkan bahwa tidak ada kekhawatiran keamanan spesifik yang teridentifikasi.

Filipina dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami kesulitan untuk meyakinkan masyarakat soal penggunaan vaksin.

BACA JUGA: Ekspor PT INKA ke Filipina Meningkat di Masa Pandemi

Jajak pendapat pekan lalu menunjukkan kurang dari sepertiga penduduk bersedia divaksin COVID-19 karena merasa khawatir akan keamanannya.

Filipina akan menerima gelombang pertama vaksin Pfizer-BioNTech pada kuartal pertama tahun ini melalui program COVAX. Selain kesepakatan itu, pemerintah juga sedang bernegosiasi langsung dengan produsen vaksin.

BACA JUGA: Filipina Larang Penerbangan, Malaysia Diskriminasi Mahasiswa Inggris

Domingo menuturkan bahwa Sinovac Biotech China pada Rabu (13/1) mengajukan izin penggunaan darurat vaksin.

Pengajuan itu menyusul data uji klinis tahap akhir di Brazil yang menunjukkan keampuhan vaksin tersebut hanya 50,4 persen. Filipina mengamankan 25 juta dosis vaksin CoronaVac Sinovac, dengan 50.000 dosis pertama akan tiba pada Februari.

Presiden Rodrigo Duterte membela pembelian CoronaVac oleh pemerintah. Ia mengatakan pada Rabu malam bahwa vaksin tersebut sama bagusnya dengan yang dikembangkan oleh Amerika dan Eropa.

Carlito Galvez, yang menangani pengadaan vaksin pemerintah, mengatakan telah mengesahkan kontrak pasokan vaksin dengan Novavax , Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson, serta Institut Gamaleya Rusia. (ant/dil/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler