Finalkan Reshuffle, SBY Rangkul Ketum Parpol

Kamis, 13 Oktober 2011 – 17:17 WIB

CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berjanji segera menyelesaikan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) IISebelum memfinalkan nama-nama dan posisi menteri baru atau yang akan digeser di KIB II, SBY mengaku merasa perlu untuk berkonsultasi dengan pimpinan partai politik koalisi yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).

Didampingi Wapres Boediono, SBY baru usai menggelar pertemuan dengan pimpinan parpol koalisi, antara lain Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA), Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan, Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa serta Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

"Pertemuan ini saya pandang perlu untuk kami lakukan hari ini, agar saya bisa menjelaskan kepada para pimpinan partai politik yang tergabung dalam koalisi Sekretariat Gabung,  berkaitan dengan penataan kabinet atau reshuffle kabinet yang sedang saya godok dan akan saya finalkan pada hari-hari terakhir ini," tegas SBY, kepada pers, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10).

"Meskipun pengangkatan dan pemberhentian menteri itu adalah hak prerogatif presiden sebagaimana yang ditetapkan Undang-undang Dasar 1945, tapi pandang perlu untuk memberikan penjelasan kepada pimpinan parpol tentang tujuan sasaran serta latar belakang dilakukannya reshuffle kabinet kali ini," lanjut Ketua Dewan Pembina PD, itu.

Di samping itu, lanjut SBY, sesuai kesepakatan koalisi,  manakala seorang menteri dari parpol koalisi tertentu diganti, dirinya  wajjib beritahu kepada pimpinan parpol

BACA JUGA: MK Tak Mau Diseret-seret Persoalan KPU

"Dan mengkonsultasikan siapa gerangan yang tepat mengisi posisi itu," tegasnya.

SBY menegaskan, ada sejumlah kesapakatan yang jadi aturan yang harus dipatuhinya.  "Saya memintakan pandangan dan pemikiran pimpinan partai politik secara umum, agar jalannya pemerintahan dengan Kabinet Indonesia Bersatu II pasca penataan kembali ini bisa lebih efektif dan meningkat kinerjanya," ungkapnya.

"Apa yang disampaikan pimpinan partai politik saya terima sepenuh hati karena  konstruktif, berangkat dari semangat agar pembangunan berjalan baik," katanya.
Dia juga berharap agar demokrasi di negara ini semakin matang, sehingga makin banyak yang dihasilkan pemerintahan negeri ini.

"Seperti apa penataan kembali kabinet, bukan dalam forum sekarang saya umumkan
Dalam beberapa hari mendatang, saya sampaikan kepada rakyat Indonesia, kemudian saya lantik, kemudian harus kerja selesaikan berbagai masalah dan  meningkatkan kinerja untuk mencapai sasaran lebih tinggi," jelasnya.(boy/jpnn)

BACA JUGA: Wiranto tak Berminat Masuk Kabinet

BACA JUGA: Penyuap Hakim Niaga Dituntut Hukuman 3,5 Tahun Penjara

BACA ARTIKEL LAINNYA... Capim KPK Tebar Pesona di Depan Senator


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler