Firman Desak Dewan Etik Golkar Bertindak Tegas Terhadap Kader Pengusul Munaslub

Sabtu, 15 Juli 2023 – 12:01 WIB
Waketum Partai Golkar Firman Soebagyo mendesak Dewan Etik bertindak tegas terhadap kader yang mengusulkan munaslub partai berlambang pohon beringin. Foto: Ist

jpnn.com - JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo angkat bicara menanggapi mengemukanya wacana agar Partai Golkar menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Firman secara tegas meminta agar Ketua Dewan Etik Partai Golkar segera memproses kader yang mengembuskan wacana tersebut.

BACA JUGA: Ternyata Ini Alasan Gede Pasek Serahkan Posisi Ketum PKN kepada Anas Urbaningrum

Dia menilai Dewan Etik Partai Golkar perlu turun tangan agar isu yang berkembang tidak makin liar.

Firman menduga kader senior yang mengembuskan wacana tersebut melakukan pelanggaran etik, dengan tidak menjalankan dan mengamankan keputusan tertinggi Munas 2019.

BACA JUGA: Isu Munaslub Golkar Kian Santer, Ace Hasan: 38 DPD Dukung Kepemimpinan Airlangga

"Kami mendesak agar Ketua Dewan Etik Partai Golkar segera mengambil langkah tegas memberikan peringatan kepada kader-kader tersebut,” ujar Firman dalam keterangannya, Sabtu (15/7).

Firman lantas mengingatkan pada seluruh kader partai berlambang pohon beringin, bahwa ada konsekuensi atas pelanggaran akibat tidak mengamankan dan menjalankan keputusan partai.

BACA JUGA: Ditanya soal Isu Munaslub, Sekjen Golkar: Kepala Orang Isinya Macam-Macam

Dia mencontohkan ada preseden yang menimpa kader Golkar pada Pemilu 2004 lalu.

"Ada kader yang dipecat dari keanggotaan partai karena menentang dan melawan keputusan DPP Partai Golkar saat itu dan ini bukan main-main."

"Partai Golkar tetap menjunjung tinggi azas PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela)."

"Kami ingin mengingatkan semua jajaran kader harus menyadari konsekuensi akibat perbuatan dan tindakannya itu,” ucapnya.

Politikus Golkar yang juga menjabat Wakil Ketua Soksi ini lebih lanjut mengatakan Munas 2019 telah memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menentukan sikap politik dan membuat keputusan terbaik dalam pencalonan presiden dan wakil presiden.

Keputusan Munas 2019 itu diperkuat dengan hasil keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).

Menurut Firman, seluruh kader Golkar seharusnya mengawal dan mengamankan keputusan itu.

Yakni, berpegang teguh pada keputusan bahwa Airlangga Hartarto adalah calon presiden dari Partai Golkar.

Firman mengaku heran jika ada pihak yang mengeklaim sebagai kader senior Golkar tidak memahami aturan dan mekanisme organisasi.

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III ini menilai pernyataan dari salah satu kader senior tersebut justru memunculkan kegaduhan di internal partai.

Menurut Firman pernyataan itu ditentang pimpinan daerai Partai Golkar di seluruh Indonesia karena sangat provokatif dan berpotensi merusak soliditas partai menjelang Pemilu 2024.

“Kok masih ada kader yang mengeklaim kader senior tetapi tidak paham aturan dan mekanisme organisasi?"

"Mereka ‘menari di atas genderang orang lain’, padahal mereka itu yang ingin menghancurkan Golkar dari dalam,” katanya.

Waketum Golkar ini menambahkan DPP Golkar masih berpegang teguh pada kesimpulan yang disampaikan Ketua Dewan Pakar Agung Laksono bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari Rapat Pleno tidak merekomendasikan desakan munaslub.

Firman justru mencurigai ada ‘penumpang gelap’ dalam kemunculan gagasan munaslub oleh pihak yang mengatasnamakan anggota Dewan Pakar Partai Golkar.

“Bagi yang kebelet ingin jadi Ketum Partai Golkar bersabar untuk mengikuti mekanisme partai yang sudah ada dan ini harus ditegakkan dan dihormati bersama,” ucap Firman Soebagyo. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PKN Gelar Munaslub Pekan Ini, Tetapkan Anas Urbaningrum jadi Ketua Umum


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler