Flu Babi Sudah Renggut 700 Nyawa Lebih

WHO: Liburkan Saja Sekolah jika Wabah Mengganas

Selasa, 21 Juli 2009 – 20:38 WIB
MASKER - Lantaran wabah flu babi (virus H1N1) yang mengancam, seorang bocah laki-laki tampak mengenakan masker saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-63 Sultan Hassanal Bolkiah, di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, beberapa hari lalu. Foto: Reuters/Ahim Rani.
JENEWA - Hingga saat ini, terhitung sejak mewabah mulai April 2009 lalu, virus H1N1 (penyebab flu babi) dilaporkan telah memakan korban jiwa lebih dari 700 orang di seluruh duniaDemikian laporan yang disampaikan WHO, Selasa (21/7), sebagaimana diberitakan Reuters, yang dua pekan lalu sebenarnya masih pada angka 429 orang (korban).

WHO juga menyerukan kepada sejumlah negara yang terkena wabah ini untuk mempertimbangkan meliburkan sekolah

BACA JUGA: Pebisnis Tajir Dituding Ngembat Rp100 Triliun

Namun begitu, organisasi kesehatan dunia itu menyerahkan kepada pejabat kesehatan pemerintah masing-masing, untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil guna memperlambat atau menghentikan penyebaran wabah ini.

Sejumlah peneliti Inggris yang menulis di jurnal "Lancet Infectious Deseases", Senin (20/7), menyatakan bahwa pemerintah sejumlah negara agaknya perlu menyusun rencana tentang kapan dan bagaimana sebaiknya diambil keputusan meliburkan sekolah-sekolah, terkait wabah ini
WHO pun lantas mendasarkan himbauannya berdasarkan rekomendasi itu.
 
"Peliburan sekolah merupakan salah satu tindakan mitigasi yang bisa dipertimbangkan oleh negara-negara (yang terkena wabah)," ungkap juru bicara WHO, Alphaluck Bhatiasevi, dalam jumpa pers, Selasa (21/7).

"Sebagaimana WHO telah sampaikan (sebelumnya), negara-negara yang berbeda akan menghadapi wabah ini dalam level yang berbeda-beda pula, pada saat yang juga berbeda

BACA JUGA: Dua Keturunan Serbia Divonis Bersalah

Jadi, ini memang tergantung pada negara-negara tersebut untuk mempertimbangkan tindakan mitigasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi di kawasannya masing-masing," lanjutnya.

WHO secara resmi mengumumkan wabah akibat virus H1N1 ini sebagai situasi pandemik pada Juni 2009 lalu
Pekan lalu, WHO pun telah menegaskan bahwa ini adalah wabah pandemik yang paling cepat berkembang belakangan, sehingga sia-sia rasanya menghitung jumlah kasus per kasus

BACA JUGA: Milisi Somalia Hentikan Kegiatan Lembaga PBB

Makanya, WHo pun menganjurkan negara-negara untuk tidak lagi melaporkan (kepada mereka) kasus demi kasus, namun berkonsentrasi pada upaya-upaya mitigasi(ito/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ayatollah Peringatkan Elit Pemerintahan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler