Foke Ingatkan Air Tanah Jakarta Tercemar Bakteri E-Coli

Rabu, 08 Juni 2011 – 07:07 WIB

KRISIS lingkungan yang dialami Jakarta sudah sangat memprihatinkanUtamanya terkait pencemaran air tanah

BACA JUGA: Pesta Rakyat PRJ Dimulai 9 Juni

Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI, hampir 90 persen air tanah di ibu kota mengandung bakteri E Coli


Hal tersebut dikarenakan baru tiga persen warga Jakarta yang dilayani Intalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), sedangkan 97 persen lainnya masih menggunakan septic tank yang mengakibatkan air tanah menjadi tercemar air limbah

BACA JUGA: Ratusan WNA Tak Miliki Izin Menetap



“Pencemaran air tanah di Jakarta sudah memprihatinkan
Untuk itu pengolahan air limbah merupakan hal yang sangat mendesak kami lakukan dalam waktu dekat ini, untuk menyelamatkan air tanah dan menciptakan lingkungan sehat di DKI Jakarta,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, kemarin (7/6).

Fauzi menjelaskan, pengelolaan air limbah baru terpusat di Setibabudi, Jakarta Selatan

BACA JUGA: Bocah Depok Tewas Terlilit Tali Flying Fox di Cisarua

Tiga kecamatan yang sudah terlayani, yakni Kecamatan Setiabudi, Kecamatan Tebet, dan Kecamatan TanahabangUntuk itu, pemprov terus memberikan perhatian khusus terhadap pengolahan air limbah di JakartaSaat ini, Pemprov DKI dan Departemen Pekerjaan Umum akan membangun instalasi pengolahan air limbah terpadu (IPALT) di kawasan utaraPemprov DKI dan pemerintah pusat akan membuat masterplan IPALT yang akan dirancang dalam periode 2010-2011.

Rencananya akan ada lima zona pengolahan air limbah terpadu yang akan melayani pembuangan limbah dari 700 ribu jiwa warga JakartaSalah satunya adalah zona sentral yang akan dibangun Pemprov DKI bekerjasama dengan Departemen Pekerjaan Umum

Di zona sentral ini akan dibangun pipa penyalur air limbah berdiameter 1,8 meter di sepanjang kawasan Setiabudi dan jalan-jalan di Jakarta Pusat, menuju ke Gajah Mada-Hayam Wuruk lalu terpusat ke PluitNilai proyeknya mencapai Rp 3,8 triliun yang berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp 3,1 triliun dan dari APBD DKI Jakarta sebesar Rp 700 miliar.

Sasaran utama IPALT ini adalah limbah domestik yang berasal dari rumah tangga, industri perkotaan, mal dan hotel yang dilalui oleh pipa pengolahan limbah nantinyaDari limbah yang dialirkan melalui pipa yang ditanam, akan dialirkan ke dua opsi pusat instalasi yakni di Muara Angke dan di Pluit untuk diolah
“Selanjutnya, air hasil olahan yang sudah mencapai kadar baku mutu itu, baru bisa dibuang ke badan air seperti sungai dan waduk yang ada di sekitar pusat instalasi,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT PAL Jaya Lilian Sari Ludin menerangkan, saat ini sebanyak 1.400 rumah tangga dan 140 perusahaan menjadi pelangganSetiap tahun, pemasukan yang diperoleh mencapai Rp 24 miliar“Ke depannya, pengelolaan air limbah akan dipusatkan di Pluit, dan penentuan tarif pengolahan air limbah yang akan dikenakan masyarakat tergantung dari luas lantai yang dimiliki,” tandasnya(wok)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak Guru PNS Keluyuran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler