FORKOMA PMKRI Bantu Pengungsi Timur Tengah

Minggu, 01 November 2015 – 05:30 WIB
Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA PMKRI) Hermawi Fransiskus Taslim menyerahkan bantuan untuk pengungsi asal timur Tengah yang ditampung di salah satu pastoran (Penginapan para Imam Katolik) di Roma, Italia. Bantuan tersebut diterima oleh Suster Olivieta dari Ordo Misionary of Charity (MC). FOTO: DOK.Hermawi Taslim for JPNN.com

jpnn.com - ROMA – Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA PMKRI) memberikan bantuan berupa makanan dan susu kepada para pengungsi asal Timur Tengah yang ditampung di salah satu pastoran (tempat penginapan para Imam Katolik, red) di Roma, Italia.

Bantuan tersebut diserahkan Ketua Umum FORKOMA PMKRI, Hermawi Fransiskus Taslim di sela-sela mengikuti Konferensi International Perayaan 50 Tahun Ensiklik Nostra Aetate yang berlangsung di Kampus Universitas Gregoriana, Roma.

BACA JUGA: Kontingen Garuda Terima Penghargaan PBB

Saat mengunjungi puluhan pengungsi asal Timur Tengah di Pastoran tersebut, ia ditemani wartawan senior Putut Prabantoro serta dua pastor muda yang sedang studi di Roma yakni Nicolas Kristanto, SJ (Mahasiswa Pasca Sarjana Instituto Bibliko) dan Indro Pandego, Pr (Mahasiswa Pasca Sarjana Univerrsitas Urbaniana).

Saat itu, Hermawi diterima oleh Suster Olivieta dari Ordo Misionary of Charity (MC) yang merupakan pengikut Bunda Theresa.

BACA JUGA: Kebijakan Satu Anak Picu 360 Juta Kasus Aborsi di Tiongkok

Hermawi Taslim mengatakan di Indonesia juga terdapat sejumlah permasalahan sosial. Namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbagi dengan sesama.

Pada kesempatan itu, Hermawi Taslim mengutip pesan almarhum Gus Dur kepadanya bahwa dalam keadaan bagaimanapun,  pasti ada sesuatu yang bisa dibagikan terhadap sesama. “Jadi jangan pernah berhenti untuk berbagi kepada sesama,” ujar Hermawi Taslim menirukan pesan Gus Dur itu seperti dilansir dalam siaran persnya, Minggu (1/11) dirinya.

BACA JUGA: Airbus Nahas Rusia itu Sempat Hilang Kontak 23 Menit

Menurut Hermawi Taslim, hanya dengan saling berbagi, maka dunia akan semakin mendekatkan diri dengan semangat solidaritas global menuju kesejahteraan umat manusia. Dan itu, menurut Taslim, sejalan dengan semangat yang sedang kita bangun di Indonesia saat ini.           

Sementara itu, Suster Olivieta, menjelaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, Ordo Misionary of Charity (MC) tidak pernah membeda-bedakan orang atas dasar apapun, apakah itu agama, kebangsaan atau gender.

“Karena pada hakekatnya kemanusiaan itu bersifat universal,” ujar Suster Olivieta, warga berkebangsaan India itu.

Dalam memberikan pelayanan, kata Suster Olivieta, MC senantiasa dan sedapat mungkin bekerja secara silent tanpa publikasi. Karena semangat kemanusiaan itu tidak membutuhkan publikasi.

Sementara itu, Nikolas Kristanto menambahkan bahwa Paus Fransiskus sudah menginstruksikan agar seluruh Gereja Katolik di Eropah menerima dan menampung pengungsi sesuai dengan kemampuan maksimalnya.

“Instruksi ini sungguh-sungguh menguatkan kami untuk terus bersama-sama denga para pengungsi,” kata Niko.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Airbus Milik Maskapai Rusia Jatuh di Gurun Sinai


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler