Formulir Daftar BPJS Gratis Dijual Calo Rp 200 Ribu

Selasa, 07 Oktober 2014 – 08:33 WIB

jpnn.com - SURABAYA – Pendaftaran asuransi kesehatan BPJS yang semakin diminati warga Surabaya mulai dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. Banyak warga yang antre mengurus kartu BPJS. Akibatnya, beberapa calo menawarkan diri kepada warga untuk mengurus kartu BPJS.

Para calo tersebut menjual formulir di tempat pendaftaran dengan harga cukup mahal, yaitu Rp 200 ribu per lembar. Padahal, formulir pendaftaran tersebut seharusnya gratis.

BACA JUGA: Sering Bolos dan Berbohong, Dua Honorer Satpol PP Dipecat

Setiap hari setidaknya puluhan calo bergerilya menawarkan formulir sekaligus menguruskan pendaftaran BPJS dengan tidak perlu antre. Warga yang terburu-buru dan malas antre memilih menggunakan jasa mereka.

Namun, kondisi tersebut tercium oleh Kantor BPJS Jatim. Karena itu, BPJS mengeluarkan aturan baru. Pendaftar yang boleh mengambil formulir dan mengurus kartu BPJS harus tercantum dalam KSK (kartu susunan keluarga). Aksi calo tersebut telah berjalan hampir setahun. BPJS mencari solusi agar para makelar itu bisa dibasmi.

BACA JUGA: Pembahasan Tiga Aturan Aceh Diteruskan di Era Jokowi

”Staf kami menemukan calon pendaftar yang dikenai Rp 200 ribu untuk membeli satu formulir,” keluh Kepala Divisi Regional VII Jatim BPJS Kesehatan dr Andi Afdal.

Bahkan, berdasar temuan lain di lapangan, ada yang mbelani membikin agensi BPJS. Berbekal stiker dan lambang BPJS yang dicetak di kertas, pendaftar diarahkan untuk membeli formulir tanpa harus antre. ”Mereka itu niat sekali. Banyak masyarakat yang menggunakan jasa mereka karena tidak mau antre,” sambungnya.

BACA JUGA: Obat Aborsi Marak Dijual Melalui Blog

Padahal, BPJS telah menginformasikan bahwa pendaftaran dan formulirnya gratis. Hanya, pasien non PBI (penerima bantuan iuran) harus membayar premi setiap bulan sesuai dengan jenjang kelas yang dipilih.

Saat ditemui beberapa waktu lalu, dia menuturkan, awalnya BPJS akan bekerja sama dengan kepolisian. Tujuannya menangkap calo yang berkeliaran di sekitar tempat pendaftaran.

”Tapi, sebelum itu, kami kaji kembali dan sudah ditemukan solusinya,” bebernya.

Para pendaftar tidak boleh diwakilkan orang lain. Pendaftar minimal merupakan salah satu nama yang tercantum dalam KSK.

”Dengan begitu, kan tidak ada calo. Pendaftarnya pun jelas, satu keluarga,” ungkap Kepala BPJS Cabang Utama Surabaya I Made Puja Yasa.

Upaya yang digalakkan hampir dua bulan itu memberikan banyak manfaat. Peserta bisa memahami dengan jelas prosedur BPJS, mulai fasilitas kesehatan primer hingga fasilitas kesehatan tipe A.

”Ya, wajah-wajah calo sudah tidak kelihatan lagi. Sekarang masyarakat mau antre,” imbuhnya.

Melalui calo, pendaftar memang tidak perlu antre. Namun, waktu tunggu justru jauh lebih lama. Sebab, satu orang calo bisa menangani lebih dari tiga pendaftar. Apalagi dalam sehari ada sekitar 700–800 orang yang mendaftar. Dengan upaya itu, diharapkan warga Surabaya bisa cepat ter-cover BPJS. Di antara sekitar 3 juta penduduk Surabaya, 41 persen atau 1.244.647 jiwa terdaftar sebagai peserta BPJS.

Untuk memotong panjang antrean, pihaknya juga memperluas akses pendaftaran via internet dan tiga bank milik pemerintah. Yakni, BRI, BNI, dan Mandiri. (bir/c6/end)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumlah Bidan di Pidie Melebihi Kuota


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler