Forum Pemekaran Donggala Utara Ancam Tutup Akses

Bupati Diminta Keluarkan Rekomendasi Persetujuan

Selasa, 30 September 2014 – 01:41 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah saat berdialog dengan sejumlah masyarakat dari berbagai daerah pada Sidang paripurna pengambilan keputusan Rancangan Undang-Undang Daerah Otonom Baru (DOB) di Ruang Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/9). Mereka menuntut mensahkan Rancangan Undang-Undang Daerah Otonom Baru (DOB). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - PALU - Sejumlah elemen yang tergabung dalam Forum Pemekaran Donggala Utara, Sulawesi Tengah mendesak Bupati Donggala, Kasman Lassa mengeluarkan rekomendasi persetujuan atas permohonan Pemekaran Donggala Utara, Senin (29/9). Rekomendasi itu penting sebagai syarat adminstrasi terbentuknya daerah otonom baru (DOB).

Sekretaris Forum Pemekaran Donggala Utara, Syafrudin mengatakan permohonan rekomendasi sudah diajukan sejak forum dideklarasikan 2013 lalu. Namun upaya tersebut tidak kunjung terealisasikan.

BACA JUGA: Gedung SD di Blitar Jadi Kandang Kambing

"Oleh yang membawa aspirasi masyarakat Donggala Utara ini mengharapkan agar bupati segera mengeluarkan rekomendasi persetujuan," kata Syafrudin seperti yang dilansir Radar Sulteng (Grup JPNN.com), Selasa (30/9).  

Syafrudin memberikan tenggat waktu kepada bupati agar menerbitkan rekomendasi persetujuan hingga Kamis (2/10) pekan ini. Jika tidak, Forum akan melakukan aksi berupa penutupan akses menuju Donggala utara di Kecamatan Baalesang. Jalur Tambu-Kasimbar dan beberapa jalur yang menghubungkan wilayah Donggala bagian Utara itu dengan Daerah lainnya akan ditutup total sebagai bentuk protes terhadap bupati.

BACA JUGA: Selesaikan Jembatan Musi II, Pelayaran Bakal Ditutup Sementara

"Upaya persuasif yang kita lakukan untuk menagih janji Bupati agar ini terealisasi dengan cepat, salah satu presurenya adalah aksi ini. Apakah ini bersifat ancaman atau bentuk lain, tapi ini adalah kebutuhan masyarakat. Dan itu sah-sah saja sebagai warga negara yang melakukan perjuangan untuk kepentingan bersama dan kesejahteraan rakyat," tegasnya. (cdy/awa/jpnn)

BACA JUGA: Geng Motor Anarkis, Dinkes Pantau 42 Apotik Nakal

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selamatkan Anaknya, Ayah Tewas Terseret Ombak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler