FPCI dan Global Citizen Gelar Diskusi Bahas Masalah Internasional dengan Tokoh-Tokoh Dunia

Kamis, 31 Agustus 2023 – 21:43 WIB
Global Town Hall 2023 akan diselenggarakan pada 2 September mendatang. Foto: dok FPCI

jpnn.com, JAKARTA - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Global Citizen, organisasi advokasi terkemuka di dunia bekerja sama dengan konsorsium organisasi masyarakat sipil, lembaga, dan universitas di seluruh dunia mengumumkan penyelenggaraan acara tahunan Global Town Hall virtual yang ke-empat.

Kegiatan skala internasional itu akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 September 2023 mendatang.

BACA JUGA: FPCI Mengapresiasi Prestasi Terbaik Politik Luar Negeri Presiden Jokowi

Global Town Hall virtual ini akan mempertemukan para pemimpin pemerintah, eksekutif sektor swasta, advokat akar rumput, dan pakar filantropi untuk membahas tantangan-tantangan yang paling mendesak di dunia internasional.

Kegiatan tersebut mengusung tema “This Is Our World Too: A North-South-East-West Dialogue of Civil Societies.

BACA JUGA: Gelar Indonesia Net-Zero Summit 2023, FPCI Ajak Masyarakat Selamatkan Bumi  

Global Town Hall akan mempertemukan berbagai sektor untuk berdiskusi dan berdebat mengenai kondisi dunia yang melibatkan para pemikir terkemuka di seluruh dunia.

Pertemuan virtual ini bertujuan untuk melibatkan warga dunia dengan berbagai perspektif dan gagasan dalam mengatasi tantangan global, memfasilitasi dialog Timur-Barat dan Utara-Selatan yang tulus dan berkualitas tinggi di tingkat akar rumput.

BACA JUGA: FPCI dan Global Citizen Berkolaborasi Cari Solusi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Diskusi maraton virtual selama 15 jam ini akan menghadirkan para pembicara termasuk Amina J. Mohammed, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon, mantan Sekretaris Jenderal PBB; Gaston Browne, Perdana Menteri Antigua dan Barbuda; Gilbert Houngbo, Direktur Jenderal Organisasi Perburuhan Internasional; José Ramos-Horta, Presiden Timor Leste; Volker Türk, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia; Wang-Yi, Anggota Biro Politik Komite Sentral CPC dan Menteri Luar Negeri Tiongkok; Penny Wong, Menteri Luar Negeri Australia, Battsetseg Banmunkh, Menteri Luar Negeri Mongolia, Sofia Carson, penyanyi, aktor, dan aktivis, Sabrina Dhowre Elba, Model, Aktor, dan Aktivis, dan masih banyak lagi narasumber yang akan bergabung.

"Kita hidup di masa yang tidak menentu. Ketika dunia semakin terpecah belah dan tidak saling percaya, kita membutuhkan lebih banyak - bukan lebih sedikit - dialog dan masyarakat sipil harus menjadi bagian dari percakapan ini. Masyarakat sipil ingin suara mereka didengar dan memiliki banyak ide dan niat baik untuk ditawarkan kepada para pembuat kebijakan. Global Town Hall bertujuan untuk menyatukan komunitas timur-barat-utara-selatan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik, kepercayaan yang lebih dalam, dan rasa saling menghormati, yang tanpanya tidak ada masalah global yang dapat diselesaikan," Pendiri dan Ketua FPCI, Dr. Dino Patti Djalal.

Baik FPCI maupun Global Citizen bertujuan untuk mengangkat komunitas dan masyarakat sipil di seluruh dunia yang suaranya harus dipertimbangkan dalam diskusi global, terutama pihak-pihak yang menginformasikan kebijakan nasional dan multilateral yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Baik berfokus pada inisiatif reboisasi untuk mengangkat mereka yang tinggal di daerah terpencil, atau memastikan transisi yang adil bagi daerah yang bergantung pada sumber daya alam saat mereka beralih dari bahan bakar fosil.

Berlangsung menjelang KTT G20 di India dan Global Citizen Festival di New York City, rangkaian diskusi ini akan membahas berbagai isu, termasuk pemberdayaan petani kecil, pembelaan terhadap para pembela hak asasi manusia, mendorong partisipasi politik kaum muda, pemberdayaan anak perempuan, dukungan terhadap masyarakat adat dan pelindung hutan, serta mendorong aksi iklim yang sangat dibutuhkan, dan masih banyak lagi.

Global Town Hall telah mengumpulkan lebih dari 12.000 orang dari lebih dari 140 negara sejak pertama kali diselenggarakan.

"Global Town Hall menawarkan platform yang signifikan, tidak hanya untuk memperkuat suara pemuda dan organisasi masyarakat sipil, tetapi juga untuk memastikan ide-ide mereka didengar oleh mereka yang berkuasa," kata Michael Sheldrick, Co-Founder dan Chief Policy, Impact, and Government Affairs Officer Global Citizen.

"Ketika kita mendekati tenggat waktu tahun 2030 untuk menghapuskan kelaparan dan mencapai SDG2, kita menyaksikan hilangnya kemajuan selama hampir satu dekade.  Masalah-masalah mendesak ini tidak bisa menunggu, dan kami mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk bertindak sekarang juga," sambungnya.

Bagi masyarakat yang berminat bergabung dalam Global Town Hall 2023 bisa melakukan registrasi di www.gth2023.com.(flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler