FPI Minta Pemko Tegas

Menjelang Bulan Suci Ramadan

Senin, 26 Juli 2010 – 09:15 WIB

MEDAN KOTA – Front Pembela Islam (FPI) Kota Medan mengingatkan pemerintah Kota Medan untuk segera menggelar razia terhadap tempat-tempat hiburan malam dan hotel, yang menyalahi dan melanggar aturan saat bulan suci RamadanKoordinator Intelijen FPI Kota Medan, Anwar Sadat, mengimbau pada instansi yang terkait untuk menjalankan tugasnya

BACA JUGA: Usai Kondangan, Puluhan Warga Keracunan



"Kami minta aparat terkait agar segera menutup tempat-tempat itu karena bulan suci Ramadan sebentar lagi tiba,’’ beber Anwar Sadat
FPI juga meminta polisi segera mengambil tindakan dengan menggelar razia

BACA JUGA: Polda Sulteng Larang Ormas Razia Pekat



Sementara, Sekda Kota Medan, M Fitriyus menyatakan, penertiban akan dilakukan tapi tidak akan diberitahukan ke publik agar tidak diketahui pemiliknya
Penertiban dilakukan secara terpadu dengan melibatkan muspida sehingga pelaksanaannya bisa berjalan baik

BACA JUGA: Ditabrak Anjing, Tukang Ojek Tewas

Dijelaskan, penertiban ini sebagai bagian dari penegakan peraturan"Selain itu keberadaan cafe remang-remang tidak memberikan kontribusi bagi Pemko Medan,” katanya. 

Terkait tempat hiburan malam ini, Seketaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Arjuna Sembiring menyampaikan, pihaknya sudah menelusuri dan mendata serta memeriksa cafe yang tidak memiliki izin maupun menyalahi aturanDikatakan, beberapa pemilik cafe yang tidak memiliki izin dan menyalahi aturan sudah dipanggil dan disarankan untuk mengurus izin dan diperingatkan agar tidak melakukan kesalahan.

"Untuk razia penertiban terpadu sasarannya adalah cafe yang selama ini menyalahi aturan dan meresahkan masyarakatKami sudah siapkan suratnya, sasarannya secara rinci tidak bisa disebutkan agar tidak bocorPastinya, kami sudah mengingatkan kepada pemilik cafe agar tidak mengulangi kesalahan meski sudah diperingatkan,” ucapnya

Kepala Satpol PP Kota Medan, Musaddad mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terkait penertibanPihaknya, hanya turun bila dibutuhkan oleh instansi lain“Kami koordinasikan kembaliKapan dan berapa personel dibutuhkan, kami siap,” tegasnya

Sebelumnya, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menginstruksikan pemerintah daerah (Pemda) agar mengoptimalkan fungsi Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB), menjelang bulan Ramadan ini.  Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Saut Situmorang menjelaskan, optimalisasi FKUB bisa untuk menjaga keharmonisan antar umat, sehingga situasi bulan Ramadan bisa kondusif, tak ada tindakan-tindakan anarkis.

"Forum Kerukunan Umat Beragama ini di daerah rata-rata sudah terbentukIni dioptimalkan saja untuk terciptanya keharmonisan hubungan antar umat beragaman," ujar Saut Situmorang di kantornya, pekan lalu.

Terkait dengan sejumlah daerah yang sudah mengeluarkan kebijakan menjelang Ramadan, seperti pembatasan jam operasional tempat-tempat hiburan malam, Saut mengatakan, hal itu memang kewenangan daerahDaerah pula yang lebih tahu kondisi daerahnya masing-masing.

"Ketika suatu daerah dianggap belum tumbuh dengan baik suasana toleransi, ya tidak ada salahnya keluar kebijakan, yang sifatnya mengingatkan," kata SautNamun yang lebih penting lagi, adalah upaya dengan cara dialogPemda, lanjutnya, bisa mengundang pihak-pihak terkait, baik ormas maupun pengusaha hiburan malam, untuk mengingatkan pentingnya toleransi"Sekaligus pertemuan itu bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi kebijakan daerah yang dikeluarkan menjelang Ramadan ini," ujar Saut.

Seperti diketahui, setiap tahun, menjelang dan sepanjang bulan Ramadan, usaha hiburan malam menjadi sorotanSelalu diwarnai sweeping oleh ormas militanDinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, sudah mewanti-wanti agar penguasaha hiburan malam tidak membandelBila nekad maka akan dicabut izinnya.

Hasil penelusuran wartawan Sumut Pos (grup JPNN), cafe remang-remang yang ada di pinggiran Kota Medan banyak yang beroperasi tanpa izin seperti di Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Marelan, Medan Labuhan serta Medan TembungCafe remang-remang itu beroperasi hingga larut malam dengan menyediakan minuman keras dan wanita penghibur(ril/rud/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dekati Lebaran Daging Sapi Rp85 Ribu Per Kilo


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler