Front Laskar Nusantara: JK tak Negarawan

Minggu, 14 Mei 2017 – 12:29 WIB
Pak JK. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Front Laskar Nusantara akhirnya angkat bicara terkait sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak netral pada Pilkada DKI Jakarta.

Ketua ‎Front Laskar Nusantara, Paulina menilai, sebagai penyelenggara negara tidak sepantasnya Jusuf Kalla mendukung  salah satu calon.

BACA JUGA: Pemilih Ahok Mayoritas Muslim, Mustahil Umat Islam Intoleran

‎Dukungan Jusuf Kalla kepada Anies-Sandi sebelumnya diungkapkan Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

Bahkan, saudagar asal Bone Sulawesi ini telah mengakuinya ketika ditanya sejumlah wartawan di Istana Wapres Jakarta beberapa hari lalu.

"‎Bapak Jusuf Kalla itu menyampaikan pendapat di media itu justru malah membuat situasi tidak dingin, tidak negarawan. Dan saya berharap Jusuf Kalla harusnya menempatkan diri sebagai seorang negarawan dan partner daripada Pak Jokowi, Presiden Republik Indonesia," kata Paulina kepada wartawan, Sabtu (13/5‎).

BACA JUGA: Ada Dendam Kekalahan Ahok di Balik Pembubaran HTI?

‎Menurut Paulina, sikap Jusuf Kalla yang tidak negarawan itu juga dapat dilihat dari berbagai statment di media.

Dikatakan Paulina, Jusuf Kalla yang sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) justru tidak berkomentar banyak ketika ‎banyak spanduk yang berisikan 'Pendukung Ahok Tidak Boleh Dishalatkan di Masjid'.

BACA JUGA: Wow! Pria Ini Jalan Kaki dari Madiun ke Jakarta Demi Anies-Sandi

"‎Seharusnya sebagai seorang negarawan saya pikir seharusnya dia (Jusuf Kalla) bersuara ya pada saat itu, kenapa tidak bersuara? Ada apa?" tanyanya.

Sementara itu, pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai apa yang dilakukan Jusuf Kalla jelas memperlihatkan ketidaksolidan antara Presiden dan Wakil Presiden.

Menurut Margarito Kamis, ada permasalahan setidaknya komunikasi antara Presiden dan Wakil Presiden. "Ini politik bisa rame, mereka satu paket kok bisa beda haluan?" ujar Margarito.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Pan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya menyetujui Anies Baswedan sebagai calon gubernur atas intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla.‎

"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah," ucap Zulkifli. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-Gara Bunga Ahok, Marissa Haque dan Joko Anwar Twitwar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler