Gagal Ginjal Akut Misterius Pada Anak Terjadi Tanpa Penyakit Penyerta

Jumat, 21 Oktober 2022 – 17:45 WIB
Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak di Jakarta, Jumat (14/10/2022). (ANTARA/Instagram/@dinkesdki)

jpnn.com - JAKARTA - Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Ernie Setyawati mengatakan bahwa penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak belum diketahui penyebabnya. Menurut Ernie, gagal ginjal akut misterius pada anak terjadi tanpa ada riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

"Jadi, sebelumnya anaknya sehat, tidak ada gangguan apa-apa, begitu dia kena gangguan ginjal ini berlangsungnya progresif, sangat cepat. Jadi, tidak ada penyakit berat yang mendahului," kata dr. Ernie Setyawati dalam acara bincang-bincang kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (21/10).

BACA JUGA: Marak Gagal Ginjal Akut Anak, SKI Minta Pemerintah Audit Pengawasan Obat

Menurut dia, penyebab gagal ginja akut misterius pada anak itu belum bisa dipastikan. 

"Dipastikan juga anak-anak ini tidak ada gangguan fungsi ginjal, tiba-tiba. Jadi, penyebabnya memang belum bisa dipastikan," ungkapnya.

BACA JUGA: Okky Asokawati Sebut Penanganan Gagal Ginjal Anak Belum Maksimal, Ini Sebabnya

Menurut dia, prevalensi paling tinggi dari penyakit gagal ginjal akut misterius adalah anak laki-laki berusia di bawah enam tahun.

Meski gagal ginjal akut misterius pada anak masih dalam penyelidikan lebih lanjut, kata Ernie, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan dengan lebih memperhatikan kondisi anak.

BACA JUGA: Marak Gagal Ginjal Akut, Heru Budi Hartono Pastikan Labkesda Siap

Menurutnya, anak dengan gangguan ginjal umumnya mengalami gejala infeksi. 

Misalnya, infeksi saluran pernapasan atas yang ditandai demam, batuk, pilek, sesak napas. 

Kemudian, infeksi saluran pencernaan seperti diare.

Menurut dia, anak dengan gangguan ginjal mengalami penurunan produksi urine. 

Hal ini menyebabkan frekuensi buang air kecil ikut menurun. 

Pada beberapa kasus bahkan anak tidak buang air kecil sama sekali.

"Kalau misalnya dia belum buang air kecil di siang hari selama enam sampai delapan jam, kita harus waspada,” katanya. 

“Jadi, kalau anak mengalami gejala-gejala yang disebutkan tadi, kemudian dia infeksi saluran pernapasan atau gangguan pencernaan, demam, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter," saran Dokter Ernie. 

Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa per 18 Oktober 2022 tercatat 206 kasus gagal ginjal akut progresif atipikal atau gagal ginjal akut misterius yang dilaporkan, 99 di antaranya meninggal dunia. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler