Gagal Ginjal Akut, Pakar Sarankan Pemerintah Tetapkan Status KLB

Selasa, 07 Februari 2023 – 21:06 WIB
Pakar Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Universitas Griffith University Australia Dicky Budiman. (ANTARA/HO-Dicky Budiman)

jpnn.com, JAKARTA - Pakar keamanan dan ketahanan kesehatan global Griffith University Australia Dicky Budiman menyentil pemerintah soal kasus gagal ginjal akut yang terjadi lagi di tanah air.

Dicky menyatakan temuan kasus baru gagal ginjal akut tersebut menjadi bukti lemahnya deteksi dini kesehatan.

BACA JUGA: Kasus Gagal Ginjal Akut Muncul Lagi, PSI Desak Dinkes DKI Periksa Peredaran Obat Sirop

"Ini alasan klasik dari dulu yang tidak pernah diperbaiki. Artinya, belum ada komitmen yang kuat untuk memperbaiki regulasi. Tidak seperti semangat melakukan revisi atau membuat regulasi baru di sektor lain," ujar Dicky, Selasa.

Dia menjelaskan deteksi yang lemah berpotensi memicu temuan kasus baru lain yang serupa ataupun serupa dalam bentuk yang tidak sama sesuai dengan logika ilmiah.

BACA JUGA: Kemenkes Laporkan 2 Anak Alami Gagal Ginjal Akut, 1 Meninggal Dunia

Terlebih kasus gagal ginjal akut berbicara terkait obat yang diedarkan secara bebas pada masyarakat.

Dengan deteksi yang lemah, katanya, tiap kasus tidak bisa termonitoring dengan baik. Hal itu menurutnya angat berbahaya, sebab satu kasus yang ditemukan bisa menggambarkan seperti apa fenomena gunung es yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

BACA JUGA: Heboh Mahasiswi Dirampok Sopir Travel, AKBP Didik Priyo Sampaikan Imbauan Begini

Dicky memandang sistem deteksi semua penyakit di Indonesia, tidak banyak berubah kurun waktu 20 hingga 30 terakhir. Dalam konteks memastikan tiap obat maupun makanan yang aman dan berkualitas saja, Indonesia masih lemah bahkan hanya dalam skala ASEAN.

Menurut Dicky, kembali ditemukannya kasus gagal ginjal akut pada anak seharusnya menjadi pembelajaran berharga sekaligus momentum memperbaiki regulasi kesehatan yang masih lemah.

Hal ini dinilai sangat penting dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah atas kualitas kesehatan masyarakat.

“Pendekatan kita harus berbasis sains, bukan politik ekonomi karena itu masalah besar. Jika tidak, ini tidak akan menyelesaikan masalah bahkan bisa melahirkan masalah baru,” ujarnya.

Terlebih lagi, katanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyampaikan bahwa fokus dalam penanganan wabah ataupun kasus sebuah penyakit yang tidak biasa harus selalu diselesaikan berbasis sains.

Oleh karena itu, Dicky meminta pemerintah mencari cara dengan menggandeng stakeholder guna memperkuat deteksi dini sekaligus mengidentifikasi masalah secara lebih mendetail dengan mengesampingkan terlebih dahulu masalah politik atau ekonomi.

Dicky juga menyarankan pemerintah segera menetapkan status gagal ginjal akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Tujuannya agar semua regulasi, penanganan, dan pergerakan dari pusat hingga daerah dapat dilakukan secara serentak dan merata.(antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler